EVALUASI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN HUTAN (Studi Kasus Pelaksanaan Perhutanan Sosial dan Tumpangsari RPH Mentasan di Desa Sawangan dan Desa Mentasan)
JUNEDIYONO, Ir. Djoko Soeharno Radite, MS
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan mengetahui keberhasilan pembagunan hutan dengan perhutanan sosial dan tumpangsari, mengetahui metode yang terbaik dalam pembangunan hutan dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya dilihat dan pendapatan pesanggem dan persentase tumbuh tanaman jati. Penelitian dilaksanakan di dua Desa yaitu Desa Mentasan untuk tumpangsari yang dilaksanakan sejak tahun 2001 dan Desa Sawangan untuk perhutanan sosial yang dilaksanakan sejak tahun 1999. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling dengan teknik kuisioner, wawancara dan diskusi serta membuat petak ukur dengan intensitas sampling 2,5% untuk tumpangsari dan 5% untuk perhutanan sosial. Analisis data menggunaka uji t dan regresi linear ganda. Penelitian ini mempunyai kesimpulan perhutanan sosial berhasi meningkatkan pendapatan pesanggem dan cukup berhasil dalain persentase tumbuh tanaman jati, sementara tumpangsari belum berhasil dalam meningkatkan pendapatan pesanggem sedangkan persentase tumbuh tanaman jati dimlai cukup berhasil. Total pendapatan kotor pesanggem sebelum mengikuti perhutanan sosial Rp 5.165.691,00/tahun dan selama mengikuti perhutanan sosial menjadi Rp 7.354.649,OO/'tahun dengan pendapatan kotor dari lahan andil Rp 1.023.617,00/tahun dan pendapatan bersih Rp 693.180,00/tahun serta persentase tumbuh tanaman jati 70,30%. Total pendapatan kotor pesanggem sebelum mengikuti tumpangsari Rp 6.384.962,50/tahun dan selama mengikuti tumpangsari menjadi Rp 6.385.137,50/tahun dengan pendapatan kotor dari lahan andil Rp 405.900,00/tahun dan pendapatan bersih Rp 136.315,00/tahun serta persentase tumbuh tanaman jati 73,81%. Faktor yang mempengaruhi pendapatan pesanggem dari lahan andil perhutanan sosial adalah luas andil perhutanan sosial, keikutsertaan dalam penyuluhan, biaya andil perhutanan sosial, sedang yang mempengaruhi pendapatan pesanggem dari lahan andil tumpangsari adalah biaya andil tumpangsari. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan persentase tumbuh tanaman jati adalah pendapatan dari lahan andil, pendapatan di luar perhutanan sosial, keikutsertaan dalam penyuluhan, curahan jam keija, jumlah tanggungan keluarga, dan biaya andil perhutanan sosial sedang untuk tumpangsari adalali biaya andil tumpangsari.
Kata Kunci : Perhutanan sosial, tumpangsari