Laporkan Masalah

Analisis Peran Kepemimpinan Otentik Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta dalam Kolaborasi dengan Pemda DIY

Thietis Dygarudeyaning Rahma, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin

2026 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Kepemimpinan otentik Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta berperan dalam dinamika tata kelola jaringan antara Istana kepresidenan Yogyakarta dan Pemda DIY. Hubungan yang terjalin tersebut merupakan interaksi antar lembaga dalam administrasi publik yang memiliki karakteristik khusus yaitu keterkaitan antar lembaga kepresidenan sebagai representasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang memiliki status keistimewaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods, di mana tahap kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat kepemimpinan otentik Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, kemudian dilanjutkan dengan tahap kualitatif untuk memperdalam pemahaman mengenai peran kepemimpinan otentik tersebut dalam dinamika hubungan jaringan antara Istana Kepresidenan Yogyakarta dan Pemda DIY. Tahap kuantitatif dilakukan melalui pengukuran dimensi kepemimpinan otentik antara lain kesadaran diri/ self-awareness, transparansi relasional/ relational transparency, pemrosesan yang seimbang/ balanced processing, dan perspektif moral yang terinternalisasi/ internalized moral perspective. Hasil pengukuran tersebut diperdalam pada tahap kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi untuk memahami bagaimana kepemimpinan Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta berperan dalam memfasilitasi koordinasi dan interaksi antar lembaga.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta memiliki karakteristik yang cukup otentik dan berperan positif terhadap kualitas hubungan dalam tata kelola jaringan antara Istana Kepresidenan Yogyakarta dan Pemda DIY. Peran tersebut tercermin dalam keterbukaan komunikasi, keseimbangan peran antar lembaga, dan keberlanjutan kerja sama dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan kenegaraan dan resmi di Yogyakarta. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan kajian kepemimpinan otentik dalam konteks tata kelola jaringan pemerintahan, khususnya pada hubungan antar lembaga yang memiliki unsur simbolik dan budaya yang kuat seperti Istana Kepresidenan Yogyakarta dan Pemda DIY. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kepemimpinan otentik berperan dalam meningkatkan kualitas hubungan internal organisasi dan memperkuat efektivitas koordinasi serta interaksi antar aktor dalam jaringan pemerintahan.

 

Kata Kunci: kepemimpinan otentik, kolaborasi, tata kelola jaringan, Istana Kepresidenan Yogyakarta 

The authentic leadership of the Head of the Yogyakarta Presidential Palace plays a role in the dynamics of network governance between the Yogyakarta Presidential Palace and the Regional Government of the Special Region of Yogyakarta (DIY). The relationship established between these institutions represents an interaction within public administration that has distinctive characteristics, namely the linkage between the presidential institution as a representation of the central government and a region government that holds a special autonomous status.

This study employs a mixed methods approach, in which the quantitative stage is used to measure the level of authentic leadership of the Head of the Yogyakarta Presidential Palace. This stage is then followed by qualitative phase to deepen the understanding of how authentic leadership influences the dynamics of network relations between the Yogyakarta Presidential Palace and the Regional Government of the Special Region of Yogyakarta (DIY). The quantitative stage measures several dimension of authentic leadership, there are self-awareness, relational transparency, balanced processing, and internalized moral perspective. The findings from this stage are further explored in the qualitative phase through in depth interviews, observation, and document analysis to understand how the leadership of the Head of the Yogyakarta Presidential Palace facilitates coordination and interaction among institutions.

The study findings state that the leadership of the Head of the Yogyakarta Presidential Palace demonstrates a relatively strong level of authentic leadership and positively contributes to the quality of network governance between the Presidential Palace and the Regional Government of the Special Region of Yogyakarta (DIY). This contribution is reflected in open communication, balanced institutional roles, and sustained cooperation in implementation of various state and official activities in Yogyakarta. The study also contributes theoretically to the development of authentic leadership research within the context of governmental network governance, particularly in inter-institutional relationships characterized by strong symbolic and cultural dimensions, such as those between the Presidential Palace and the Regional Government of the Special Region of Yogyakarta (DIY). Furthermore, the findings suggest that authentic leadership strengthens internal organizational relationships while enhancing coordination and interaction among actors within governmental networks.

 

Keywords: authentic leadership, collaboration, network governance, the Yogyakarta Presidential Palace

Kata Kunci : Authentic Leadership, Collaboration, Network Governance, the Yogyakarta Presidential Palace

  1. S2-2026-529749-abstract.pdf  
  2. S2-2026-529749-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-529749-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-529749-title.pdf