Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Terkait Penggunaan dan Resistensi Antibiotik di Dua Pusat Kesehatan Masyarakat Kabupaten Gunungkidul
Dyaksa Rafif Daniarta, Prof.Dr.apt. Chairun W,M.Kes.,M.App. Sc.; Dr. apt Niken Nur Widyakusuma, M.Sc.
2026 | Skripsi | FARMASI
Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang semakin mengkhawatirkan. Pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat berperan penting dalam penggunaan antibiotik yang tepat, karena penggunaan yang tidak rasional dapat memicu resistensi bakteri yang membahayakan pasien. Meskipun Kabupaten Gunungkidul telah mengalami perkembangan di bidang kesehatan, data mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait penggunaan dan resistensi antibiotik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap penggunaan dan resistensi antibiotik di tingkat pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Gunungkidul, serta menganalisis hubungan dan pengaruh karakteristik sosiodemografi terhadap ketiga aspek tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan teknik accidental sampling menggunakan kuesioner cetak yang dibacakan langsung oleh peneliti kepada 110 responden di dua puskesmas Kabupaten Gunungkidul. Kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner yang dikembangkan oleh BRIN dan dosen Fakultas Farmasi UGM. Analisis hasil hubungan karakteristik sosiodemografi dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku serta pengetahuan terhadap sikap dan perilaku, serta sikap terhadap perilaku penggunaan antibiotik dan resistensi antibiotik dilakukan dengan uji Chi – square dan Fisher's exact test. Serta analisis pengaruh karakteristik sosiodemografi terhadap perilaku menggunakan uji Regresi Logistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (70%), sikap positif (86,4%), dan perilaku yang baik (89,1%) terkait penggunaan dan resistensi antibiotik. Selain itu, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan, sikap, maupun perilaku responden. Hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan perilaku, serta antara sikap dengan perilaku penggunaan dan resistensi antibiotik juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Lebih lanjut, tidak ditemukan pengaruh signifikan karakteristik sosiodemografi terhadap perilaku penggunaan dan resistensi antibiotik.
Antibiotic resistance is a growing global health concern. Public knowledge, attitudes, and practice play an important role in the appropriate use of antibiotics, as irrational use can trigger bacterial resistance that is harmful to patients. Although Gunungkidul District has experienced developments in the health sector, data on public knowledge, attitudes, and practices related to antibiotic use and resistance are still limited. Therefore, this study aims to describe the knowledge, attitudes, and practices of the community regarding antibiotic use and resistance at the primary health care level in Gunungkidul Regency, as well as to analyze the relationship and influence of sociodemographic characteristics on these three aspects.
This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. Sampling was conducted randomly using accidental sampling techniques with a printed questionnaire that read directly by the researcher to 110 respondents at two community health centers in Gunungkidul Regency. The questionnaire used was developed by BRIN and lecturers from the Faculty of Pharmacy UGM. The analysis of the relationship between sociodemographic characteristics and knowledge, attitudes, and practices, as well as knowledge of attitudes and practices, and attitudes toward antibiotic use and antibiotic resistance, was conducted using the Chi-square test and Fisher's exact test. The analysis of the influence of sociodemographic characteristics on practice was conducted using logistic regression.
The results of the study showed that most respondents had a good level of knowledge (70%), positive attitudes (86.4%), and good pracitce (89.1%) regarding antibiotic use and resistance. Furthermore, the analysis results showed that there was no significant relationship between sociodemographic characteristics and the respondents' level of knowledge, attitude, or practice. The relationship between knowledge and attitude and practice, as well as between attitude and practice regarding antibiotic use and resistance, also showed no significant relationship. Furthermore, no significant influence of sociodemographic characteristics on practice regarding antibiotic use and resistance was found.
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Resistensi Antibiotik, Puskesmas