Pengalaman Pencarian Bantuan pada Orang Tua yang Memiliki Anak dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder
Seravin Afra Secunda, Restu Tri Handoyo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan neurodevelopmental yang dapat berdampak signifikan terhadap kehidupan anak jika tidak ditangani. Dalam konteks ini, orang tua memegang peran penting untuk mencari bantuan dan layanan yang dibutuhkan oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman pencarian bantuan pada orang tua yang memiliki anak dengan ADHD, termasuk bagaimana orang tua memaknai pengalaman tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan fenomenologis-interpretatif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap lima orang tua yang memiliki anak dengan ADHD berusia 4-11 tahun. Analisis data menggunakan Reflexive Thematic Analysis menghasilkan lima tema utama: (1) Proses Menuju Pencarian Bantuan, (2) Menghadapi Sistem yang Kompleks, (3) Kerentanan Sosial dan Struktural, (4) Tetap Bertahan di Tengah Kesulitan, dan (5) Pencarian Bantuan sebagai Transformasi. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman pencarian bantuan dibentuk oleh berbagai tantangan, kemudahan, serta dinamika emosional yang muncul dalam interaksi orang tua dengan keluarga, masyarakat, serta layanan kesehatan dan pendidikan. Di samping upaya memperoleh layanan untuk anak, pencarian bantuan juga dimaknai oleh orang tua sebagai proses pembelajaran dan perubahan bagi diri mereka. Penelitian ini menegaskan urgensi bagi pemangku kepentingan untuk menyediakan layanan yang lebih mudah diakses dan mendukung kebutuhan orang tua dalam proses pencarian bantuan untuk anak dengan ADHD.
Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) is a neurodevelopmental disorder that can significantly impact a child's life if left untreated. In this context, parents play a crucial role in seeking the help and services their child needs. This study aims to understand the help-seeking experiences of parents of children with ADHD, including the meaning parents attach to these experiences. The study was conducted using a phenomenological-interpretive approach using semi-structured interviews with five parents of children with ADHD aged 4-11 years. Data were analyzed using Reflexive Thematic Analysis and resulted in five main themes: (1) The Process Leading to Help-Seeking, (2) Encountering a Complex System, (3) Social and Structural Vulnerabilities, (4) Persisting in the Midst of Adversity, and (5) Help-Seeking as a Transformation. The findings indicate that the help-seeking process is shaped by various challenges, facilitators, and emotional dynamics that emerge in the interactions between parents and their family, community, and the health and education services. Beyond obtaining services for their children, parents perceive help-seeking as a process of learning and change. This study emphasizes the urgency for stakeholders to provide more accessible services and support parents' needs in the help-seeking process for children with ADHD.
Kata Kunci : ADHD, orang tua, pencarian bantuan