Laporkan Masalah

ANALISIS EKSISTENSI YAYASAN KARANG WIDYA MENUJU KEBERLANJUTAN PROGRAM PEMBERDAYAAN PEMUDA RENTAN DI INDONESIA

Wisnu Berniadi, Prof. Drs. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., M.P.U., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Kurangnya keterampilan membuat banyak pemuda tidak mampu bersaing di dunia kerja, terlebih bagi mereka yang merupakan pemuda rentan dengan latar belakang kurang mampu, putus sekolah dan pengangguran telah mendorong Yayasan Karang Widya untuk berdiri dan memberikan pemberdayaan kepada pemuda dari seluruh Indonesia. Meskipun telah berdiri 20 tahun namun belum ada regenerasi kepemimpianan sehingga dapat membahayakan bagi organisasi apabila pimpinan tidak lagi berada di organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor kesuksesan eksistensi Yayasan Karang Widya, (2) menganalisis gaya kepemimpianan Pimpinan Board dalam menjalankan organisasi sebagai dasar dalam regenerasi kepemimpinan, (3) menganalisis potensi yang dimiliki Yayasan Karang Widya dalam upaya meraih keberlanjutan organisasi jangka panjang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap tiga orang informan kunci yang mampu memberikan jawaban dari pertanyaan penelitian serta dipadukan dengan analisis data sekunder dari laporan internal organisasi dan sumber eksternal yang relevan. Analisis dilakukan dengan konsep Critical Success Factor (Bullen dan Rockart, 1981), Kepemimpinan Transformasional (Burns, 1978), Organisasi Pembelajar (Senge, 1990), dan Kapabilitas Dinamis (Teece et al., 1997). Hasil penelitian mengidentifikasi terdapat empat faktor penting eksistensi Yayasan Karang Widya yaitu adalah karena adanya kebutuhan, peran Pimpinan Board, kepercayaan dari donatur, dan gaya kepemimpinan Pimpinan Board.

Berdasarkan analisis kepemimpinan transformasional, Pimpinan Board Yayasan Karang Widya merupakan sosok pimpinan transformasional karena memenuhi empat dimensi kepemimpinan transformasional. Yayasan juga memiliki potensi untuk terus eksis melanjutkan program kerjanya karena memiliki kapabilitas dinamis (sensing, seizing, dan reconfiguring) yang dipadukan dengan kemauan, kemampuan, dan kesiapan untuk maju berkembang. Dua puluh tahun telah berdiri, saat ini Yayasan memiliki pilar organisasi pembelajar dan telah melaksanakan disiplin organisasi pembelajar. Kapabilitas dinamis dan sifat pembelajar ini merupakan bagian dari strategi mencapai keberlanjutan.


The lack of skills makes many young people unable to compete in the workforce, especially those who are vulnerable from underprivileged backgrounds, school dropouts, and unemployed. This has prompted the Yayasan Karang Widya to establish and provide empowerment to young people throughout Indonesia. Despite being established for 20 years, there has been no leadership regeneration, which could be detrimental to the organization if the leadership is no longer within the organization. This study aims to (1) identify the success factors of the Yayasan Karang Widya, (2) analyze the leadership styles of the Board Leader in running the organization, and (3) analyze the potential of the Yayasan Karang Widya in its efforts to achieve long-term organizational sustainability.

This study uses a qualitative approach with a case study method, through in-depth interviews with three key informants who are able to provide answers to the research questions, combined with secondary data analysis from internal organizational reports and relevant external sources. The analysis was conducted using the concepts of Critical Success Factors (Bullen & Rockart, 1981), Transformational Leadership (Burns, 1978), Learning Organization (Senge, 1990), and Dynamic Capabilities (Teece et al., 1997). The research identified four important factors contributing to the existence of the Yayasan Karang Widya: need, the role of the board leader, donor trust, and the board leader’s leadership style.

Based on the transformational leadership analysis, the Yayasam Karang Widya’s board leader is a transformational leader because it fulfils the four dimensions of transformational leadership. The foundation also has the potential to continue its work programs because it possesses dynamic capabilities (sensing, seizing, and reconfiguring) combined with the willingness, ability, and readiness to progress and develop. Twenty years after its establishment, the Foundation currently has a learning organization pillar and has implemented learning organization disciplines. These dynamic capabilities and learning characteristics are part of its strategy to achieve sustainability.


Kata Kunci : Yayasan Karang Widya, pemuda rentan, keberlanjutan, Critical Success Factor, Kepemimpianan Transformasional, Organisasi Pembelajar, Kapabilitas Dinamis

  1. S2-2026-530256-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530256-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530256-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530256-title.pdf