Laporkan Masalah

Faktor Yang Mempengaruhi Adopsi Fintech Syariah Pada Transaksi Keuangan Digital di Indonesia: Perluasan Teori Terpadu Penerimaan dan Penggunaan Teknologi

MUH ZULFAHMI RAPI, Dewi Fatmawati, S.E., M.Ec., Ph.D

2026 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi fintech syariah di Indonesia, yang didefinisikan sebagai penggunaan actual mobile bankinginternet/online banking, dan e-wallet berbasis syariah. Model penelitian mengadaptasi Teori Terpadu Penerimaan Dan Penggunaan Teknologi (UTAUT) dengan menambahkan Kesadaran Keamanan Siber, Keinovatifan Pribadi, Lingkungan Regulasi, dan Persepsi Risiko Psikologis, serta menempatkan Literasi Digital sebagai variabel moderasi. Data dikumpulkan melalui survei daring terhadap 218 responden dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa Ekspektasi Kinerja, Ekspektasi Usaha, Kondisi yang Memfasilitasi, dan terutama Keinovatifan Pribadi berpengaruh positif signifikan terhadap adopsi, sedangkan Pengaruh Sosial, Kesadaran Keamanan Siber, Lingkungan Regulasi, Persepsi Risiko Psikologis, dan Literasi Digital sebagai pengaruh langsung tidak signifikan. Model menjelaskan 64,3% variasi adopsi dan memiliki relevansi prediktif kuat. Pada pengujian moderasi, Literasi Digital memperkuat pengaruh Ekspektasi Kinerja terhadap adopsi namun melemahkan pengaruh Ekspektasi Usaha, sementara interaksi lainnya tidak signifikan.

This study examines the determinants of Islamic fintech adoption in Indonesia, operationalized as actual usage of Sharia-compliant mobile banking, internet/online banking, and e-wallet services. The model builds on Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) by adding cybersecurity awareness, personal innovativeness, regulatory environment, and perceived psychological risk, while positioning digital literacy as a moderator. Survey data from 218 respondents were analyzed using PLS-SEM. The results show that performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, and especially personal innovativeness significantly and positively predict actual adoption, whereas social influence, cybersecurity awareness, regulatory environment, perceived psychological risk, and digital literacy (direct effect) are not significant. The structural model explains 64.3% of adoption variance and demonstrates strong predictive relevance. Moderation tests indicate that digital literacy strengthens the performance expectancy and adoption relationship but weakens the effort expectancy and adoption relationship, while other interaction effects remain insignificant.

Kata Kunci : Fintech Syariah, Keinovatifan Pribadi, Literasi Digital, Risiko Psikologis, UTAUT

  1. S2-2026-530070-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530070-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530070-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530070-title.pdf