Metode Deteksi dan Lokalisasi Gangguan Pada Sistem VSC Multiterminal HVDC Berbasis Stft, Turunan Kedua, Dan Impedansi
Novia Khoirul Annisa, Ir. Roni Irnawan, S.T., M.Sc., Ph.D., SMIEEE. ; Dr. Ir. M. Isnaeni Bambang Setyonegoro, M.T.
2026 | Tesis | S2 Teknik Elektro
Sistem
DC multi-terminal berbasis Voltage Source Converter (VSC) memiliki tantangan
proteksi yang signifikan akibat karakteristik gangguan yang cepat, ketiadaan zero-crossing,
serta keterkaitan respon antar terminal. Metode proteksi berbasis indikator
tunggal, seperti analisis waktu-frekuensi, turunan sinyal, atau impedansi, umumnya
mampu mendeteksi gangguan, namun masih memiliki keterbatasan dalam penentuan lokasi
gangguan, ketahanan terhadap noise, serta deteksi gangguan impedansi tinggi (high
impedance fault).
Penelitian
ini mengusulkan metode deteksi hybrid yang mengombinasikan indikator Short
Time Fourier Transform (STFT), derivative (turunan kedua arus), dan
impedansi untuk meningkatkan keandalan deteksi dan analisis gangguan pada
sistem VSC DC multi-terminal. STFT digunakan untuk menentukan waktu terjadinya
gangguan, sedangkan indikator derivative dan impedansi dimanfaatkan
sebagai bukti tambahan dalam penentuan lokasi terminal gangguan dan klasifikasi
gangguan.
Metode
yang diusulkan dievaluasi pada berbagai skenario gangguan, meliputi gangguan pole-to-pole
(PP), pole-to-ground (PG), variasi tingkat noise, serta variasi
resistansi gangguan untuk merepresentasikan kondisi HIF. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa perbedaan waktu deteksi antar metode relatif kecil, namun
metode deteksi hybrid memberikan konsistensi penentuan lokasi terminal
yang lebih baik dibandingkan metode individual. Selain itu, metode hybrid
mampu melakukan klasifikasi gangguan HIF dan membedakan gangguan internal dan
eksternal, yang tidak dapat dicapai oleh metode deteksi berbasis indikator
tunggal.
VSC-based
DC multi-terminal systems present significant protection challenges due to their
fast fault dynamics, lack of natural zero-crossing, and coupled responses among
terminals. Detection methods based on a single indicator, such as
time–frequency analysis, signal derivatives, or impedance-based techniques, are
generally capable of detecting faults but remain limited in fault location
determination, noise robustness, and high impedance fault (HIF) detection.
This
thesis proposes a hybrid detection method that combines Short-Time Fourier Transform
(STFT), derivative (second-order current derivative), and impedance indicators
to enhance fault detection and analysis in VSC DC multi-terminal systems. STFT
is employed to determine the fault occurrence time, while derivative and
impedance indicators provide complementary evidence for faulted terminal
localization and fault classification.
The
proposed method is evaluated under various fault scenarios, including pole-to-pole
(PP) faults, pole-to-ground (PG) faults, noise variations, and different fault resistance
levels to represent HIF conditions. The results demonstrate that while the detection
time differences among methods are relatively small, the hybrid detection
approach significantly improves the consistency of faulted terminal
identification compared to individual methods. Furthermore, the hybrid method
enables HIF classification and internal/external fault discrimination, which
cannot be achieved by single-indicator-based protection schemes.
Kata Kunci : Deteksi DC, STFT, derivative, impedansi, high impedance fault, sistem DC multi-terminal.