Struktur keluarga dan perilaku merokok pada remaja :: Analisis data Sakerti 3 tahun 2000
PUTRI, Isnaini, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,Sp.OG.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Penyakit kanker, bronkhitis, gangguan jantung, stroke dan gangguan sistem reproduksi dapat menjadi akibat dari merokok. Merokok pada remaja terus meningkat. Tahun 2001, sekitar empat puluh persen remaja merokok. Masa remaja merupakan transisi yang sangat mudah terpengaruh oleh perilaku negatif di sekitar mereka. Salah satu yang merupakan perilaku negatif yaitu perilaku merokok. Kontrol sosial orangtua penting dalam perilaku sehat. Kontrol orangtua yang lemah memberi kesempatan lebih luas bagi remaja dipengaruhi lingkungannya. Struktur keluarga di sini didefinisikan dari status tinggal bersama orangtua atau tidak. Anak yang tidak tinggal bersama orangtua diasumsikan memiliki kontrol yang lebih lemah daripada yang tinggal bersama orangtua. Tujuan: Dengan asumsi seperti itu, penelitian ini berupaya membuktikan apakah tidak tinggal bersama orangtua akan mempengaruhi status merokok remaja. Metode: Penelitian ini merupakan analisis dari Survey Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (SAKERTI) 3 tahun 2000 yang mencakup sampel dari 13 Propinsi di Indonesia. Sampel penelitian adalah seluruh remaja yang berumur 15-24 tahun berjumlah 10136 responden. Analisis utama yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil: Dengan mengontrol variabel umur, pendidikan remaja, pekerjaan, desa dan kota, serta kebiasaan merokok orangtua, regresi logistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara struktur keluarga dengan merokok. Remaja yang tidak tinggal bersama orangtua akan 3,4 kali untuk merokok dibandingkan dengan yang tinggal bersama orangtua. Kesimpulan: Tinggal bersama atau tidak bersama orangtua memiliki pengaruh yang besar terhadap merokok remaja. Penyebaran informasi tentang rokok dan dampaknya pada remaja serta penekanan peraturan publik dalam hal merokok diperlukan sebagai pengganti dalam kontrol sosial keluarga yang kurang pada remaja yang merantau karena sekolah atau pun yang tinggal terpisah.
Background: Several conditions such as lung cancer, bronchitis, heart disorder, stroke and reproductive health problems are related to smoking. Adolescent smoker are increasing. The Indonesia Smoking Survey 2001 reported that about 40% of adolescents were smokers. We studied smoking among adolescents in the context family social control and health behavior. Parents' social control is important in healthy behavior. No parental control provides a greater chance for adolescents to be influenced by their peer and social environment. Family structure is defined in terms of the living arrangement. We assume that adolescents who live with parents have a close control and social support for positive health behavior. Adolescents who do not live with their parents are assumed to have a weak control than those who do, and therefore are more likely to smoke. Objectives: This study examines the relationship between not-living with parents (vs living with parents) and smoking status among adolescents. Method: This study uses the 2000 Indonesian Family Life Survey, with the sample of 10136 respondents aged 15-24 in 13 provinces in Indonesia. If a respondent smokes during the survey, we include them as smoker. Others are non-smokers. The main statistical analysis used in this study is logistic regression. Results: Controlling for age, education, working status, rural-urban, parental smoking, there is a significant relationship between not-living with parents and smoking. Adolescents who did not live with their parents are 3.4 times more likely to smoke than those who did. Conclusion: Living or not living with parents had an impact on adolescent smoking. Some efforts to disseminate information about smoking among adolescents and the stronger regulation on smoking among these age groups are suggested as the substitute for their parental control.
Kata Kunci : merokok, remaja, struktur keluarga, tinggal bersama orangtua, SAKERTI 3, smoking, adolescents, family structure, living with parents