Penatalaksanaan diare di rumah pada Balita di Kabupaten Purworejo
PITONO, Arie J, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,Sp.OG.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Diare adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak terutama di negara berkembang, dan merupakan penyebab utama terjadinya malnutrisi. Sebagian besar kematian pada penderita diare disebabkan oleh kegagalan dalam penanganan dehidrasi dan memperbaiki keseimbangan elektrolit. Penelitian baik di negaranegara berkembang maupun negara-negara maju menunjukkan bahwa morbiditas dan mortalitas akibat diare dapat dikurangi secara drastis dengan melakukan dua langkah mudah, yaitu rehidrasi oral dan early refeeding. Tindakan ibu dalam penanganan diare di rumah, terutama dalam pemberian rehidrasi oral dan makanan sangatlah penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat diare. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional, dengan rancangan potong-lintang pada 245 keluarga yang memiliki anak balita yang menderita diare dalam 2 minggu terakhir sebelum survei dilaksanakan. Data yang digunakan adalah data Survailan Longitudinal tahun 2000-2002 yang dilakukan di Kabupaten Purworejo oleh Laboratorium Penelitian Kesehatan dan Gizi Masyarakat (LPKGM) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Hasil : Pada analisis bivariabel maupun multivariabel didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan durasi diare adalah penatalaksanaan diare di rumah dan usia balita yang mengalami diare. Penatalaksanaan diare di rumah menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dengan durasi diare yang dialami balita (p= 0,003). Penatalaksanaan diare di rumah yang relatif baik memiliki peluang 2,2 kali akan mengalami durasi yang singkat (OR= 2,2; IK 95%= 1,3-3,7). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara penatalaksanaan diare di rumah dengan durasi diare yang dialami balita. Penatalaksanaan diare di rumah yang relatif baik memiliki peluang akan mengalami diare yang singkat dibandingkan penatalaksanaan diare yang kurang baik. Faktor lain yang turut berpengaruh terhadap durasi diare adalah usia balita.
Background : Diarrhoeal diseases are a leading cause of childhood morbidity and mortality in developing countries, and an important cause of malnutrition. Most diarrhoeal deaths are caused by failure to treat acute dehydration properly and to correct electrolyte imbalances. Studies from both the developing and developed world demonstrate that morbidity and mortality can be drastically reduced by the prompt introduction of two simple treatments: oral rehydration therapy and early refeeding. Mother’s actions in treating diarrhoea at home, especially in giving oral rehydration and feeding, are very important to reduce morbidity and mortality due to diarrhoea. Method : This was an observational and cross-sectional study among 245 families with under-five-year-old children with diarrhoea within the last 2 weeks before the survey. The study was based on the longitudinal survey in Purworejo Regency in 2000-2002 by the LPKGM, Gadjah Mada University School of Medicine. Results : Based on the bivariate and multivariate analysis, the variables which related to diarrhoeal duration are the treatment on diarrhoea and the children age. The diarrhoeal treatment showed a very significant relationship with the diarrhoeal duration (p= 0.003). Better diarrhoeal treatment had probability 2.2 times shorter diarrhoeal duration compared with worse diarrhoeal treatment (OR= 2.2; CI 95%= 1.3-3.7). Conclusions : There was a relationship between diarrhoeal treatment at home with the diarrhoeal duration on under-five-year-old children. Better diarrhoeal treatment would have shorter diarrhoeal duration compared with worse diarrhoeal treatment. Another factor influenced the diarrhoeal duration was the children age.
Kata Kunci : Kesehatan Anak, Diare, Penatalaksanaan