IDENTIFIKASI TINGKAT PENGELOLAAN DAN PENENTUAN PRIORITAS KEGIATAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI EX-SITU (Studi Kasus di Taman Margaraya Tinjomoyo Semarang)
STEPHANUS HANNY REKYANTO, Ir. Lies Rahayu W.F.,M.P. ; Sena Adi Subrata, S.Hut.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANHingga saat ini fungsi kebun botani dan fungsi taman satwa di Indonesia sebagai lembaga konservasi ex-situ belum berjalan dengan baik . Agar upaya pengembangan kelembagaan berjalan terarah, teratur, dan konsisten, diperlukan alat/cara untuk mengukur tingkat perkembangan lembaga. Penetapan prioritas diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan berbagai sumber daya dalam mencapai tujuannya. Taman Margaraya Tinjomoyo sebagai lembaga konservasi ex-situ belum mempunyai : alat/cara untuk mengukur tingkat pengelolaan, prioritas kegiatan pengelolaan serta altematif-altematif pilihan yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengelolaan Taman Margaraya Tinjomoyo, menentukan prioritas kegiatan pengelolaan, serta merumuskan altematif-altematif pilihan yang strategis. Metode yang digunakan adalah kuesioner (Matriks IDF Taman Satwa), dengan melibatkan informan -informan kunci dan analisis SWOT (Matriks TOWS ) , dengan diskusi kelompok terfokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengelolaan Taman Margaraya Tinjomoyo berada pada tahap perkembangan dengan indeks IDF sebesar 2,00. Prioritas kegiatan pengelolaan yang perlu dilakukan adalah mempertahankan kinerja 21 komponen kunci dan meningkatkan kinerja 27 komponen kunci. Altematif-altematif pilihan yang strategis bagi pengelolaan yang lebih efektif dan efisien adalah : (1 ) dayagunakan potensinya sebagai objek wisata, rekreasi alam, dan pendidikan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat wisata dan tempat rekreasi, (2 ) dayagunakan potensi lokal yang strategis dengan adanya program-program pemerintah di bidang pariwisata, (3) dayagunakan harga karcis masuk yang relatif murah dan hiburan pendukung untuk menjaring pengunjung, (4 ) dayagunakan kinerja sumber daya kelembagaan yang sudah memiliki basis yang cukup kuat untuk bekerja sama dengan pihak ketiga, (5) dayagunakan potensi lokal yang strategis untuk meminta alokasi dana APBD II yang lebih besar, (6 ) dayagunakan kinerja sumber daya kelembagaan yang sudah memiliki basis yang cukup kuat untuk mengatasi kurangnya dukungan dari instasi terkait, (7 ) dayagunakan potensinya sebagai objek wisata, rekreasi alam, dan pendidikan lingkungan serta satu-satunya taman satwa yang berada di Jawa Tengah sebelah utara untuk mengatasi menurunnya tingkat pertumbuhan pengunjung, (8) tingkatkan promosi dan publikasi untuk menjaring lebih banyak masyarakat yang membutuhkan tempat wisata dan tempat rekreasi, (9) tingkatkan kinerja sumber daya kelembagaan yang belum memiliki basis yang cukup kuat dengan adanya program-program pemerintah di bidang pariwisata, (10) atasi kondisi tanah yang labil dan rawan longsor, koleksi satwa yang kurang beragam, dan penataan koleksi tumbuhan yang kurang rapi dan indah dengan bekerja sama dengan pihak ketiga, (11) tingkatkan kinerja sumber daya kelembagaan yang belum memiliki basis yang cukup kuat guna meminta alokasi dana APBD II yang lebih besar, ( 12) tingkatkan kinerja sumber daya kelembagaan yang belum memiliki basis yang cukup kuat guna mengatasi kurangnya dukungan dari instansi terkait, (13) tingkatkan promosi dan publikasi untuk menjaring lebih banyak pengunjung untuk mengatasi menurunnya tingkat pertumbuhan pengunjung.
Till in this time the functions of botanical garden and zoo in Indonesia as institute of conservation ex-situ not yet walked better. Being effort of institute development walk directional, regular, and consistent needed by appliance to measure the growth level institute. Priority stipulating needed to improve the usage efficiency of various resource in reaching its target. Garden ofMargaraya Tinjomoyo as institute of conservation ex-situ not yet had the appliance to measure the management level, priority of management activity and also strategic choice alternatives. This research aims are to identify the management level in Garden of Margaraya Tinjomoyo, determining priority of management activity, and also formulate the strategic choice alternatives. Method used by questionnaire (Matrix IDF of Zoo), by entangling key informant and the SWOT analysis (Matrix TOWS), with the focused, group discussion. Result of research indicate that the management level in Garden of Margaraya Tinjomoyo reside in growth phase, with the index IDF equal to 2,00. Priorities of management activity which require to he done are maintain the performance 21 key components and improve the performance 27 key components. Strategic choice alternatives to more efficient and effective management are : ( I ) use the potency as tourism object, natural recreation, and environmental education to fulfill requirement of tourism and recreation place, (2) use the strategic local potency with the existence of governmental program in tourism area, (3) use the ticket price enter which cheap relative and entertainment amusement of supporter to net the visitor, (4) use the institute resource performance have the bases which strong enough to cooperate with the third party, (5) use the strategic local potency to ask the fund allocation of APBD II larger ones, (6) use the institute resource performance have the bases which strong enough to overcome the lack of support from related institution, (7) use the potency as tourism object , natural recreation, and environmental education and also the only one zoo residing in Central Java north side to overcome downhill the visitor growth, (8) improving promotion and publication to net the more society requiring of tourism and recreation place, ( 9) improving perf ormance of institute resource which not yet owned the bases which strong enough with the existence of governmental program in tourism area, ( JO) overcoming the condition of labile land and gristle slide, the less animal collection, and the less natty settlement ofplant collection cooperated with the third party, (11) improving performance of institute resource which not yet owned the bases which strong enough to utilize to ask the fund allocation of APBD II larger ones, (12) improving performance of institute resource which not yet owned the bases which strong enough to utilize to overcome the lack of support from related institution, (13) improving promotion and publication to net the more visitor to overcome downhill the visitor growth.
Kata Kunci : Kawasan Konservasi, Ex-Situ,