Laporkan Masalah

EVALUASI JARINGAN JALAN ANGKUTAN DI RPH CIGUGUR, BKPH CIJULANG KPH CIAMIS

Andreas Terapi, Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc.

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik jaringan jalan angkutan di RPH Cigugur dan untuk mengetahui optimalitas jaringan jalan angkutan yang telah dibuat, baik pada PWH untuk tujuan jangka panjang maupun pada PWH untuk tujuan eksploitasi. Penelitian ini dilakukan di RPH Cigugur, BKPH Cijulang KPH Ciamis PT. Perhutani (Persero) Unit III Jawa Barat dan Banten yang merupakan kelas perusahaan jati dengan potensi tegakan 109,16 m3/ Ha. Metode penelitian yang diterapkan adalah mengumpulkan data primer melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan serta data sekunder bcrdasarkan data-data di kantor BKPH Cijulang dan kantor KPH Ciamis atau dari hasil penelitian yang sudah ada. Karakteristik jaringan jalan angkutan di RPH Cigugur digambarkan oleh beberapa parameter, yaitu kerapatan jalan (RD), spasi jalan (RS), jarak sarad rata-rata (MSD) dan persen pembukaan wilayah (E %), yang nilainya tergantung pada luas areal hutan dan panjang jalan yang telah dibuat. Optimalitas jaringan jalan angkutan dapat diketahui berdasarkan nilai kerapatan jalan optimal (ORD) dan spasi jalan optimal (ORS), dengan memperhatikan potensi hutan, biaya pembuatan dan pemcliharaan jalan, biaya penyaradan dan faktor koreksi lapangan. Hasil perhitungan karakteristik jaringan jalan angkutan pada PWH untuk tujuan jangka panjang yang berupa alur dan anak alur mempunyai RD = 18,19 m / Ha; IIS = 549,75 m dan jarak sarad rata-rata teoritis (MSDt) = 137,44 m; jarak sarad rata-rata terpendek (MSDp) = 213,27 m serta nilai E % = 64,52 %, dengan ORD = 7,47 m / Ha dan ORS = 1.338,69 m. Pada PWH untuk tujuan eksploitasi, dengan adanya tambahan jalan sogokan mempunyai RD = 53,1 m / I Ia; RS = 188,32 m; jarak sarad rata-rata teoritis (MSDt) = 47,08 m; jarak sarad rata-rata terpendek (MSDp) = 55,52 m; jarak sarad rata-rata lapangan (MSDr) = 60,48 m serta nilai E % = 84,75 % dengan ORD = 54,38 m/Ha dan ORS = 183,89 m. Secara umum jaringan jalan angkutan pada PWH untuk tujuan jangka panjang berdasarkan perbandingan antara RD aktual dengan ORD sudah optimal bahkan ada kelebihan panjang jalan, sedangkan bila dilihat dari nilai E % temyata distribusi dan tata letak jaringan jalannya masih belum baik serta kurang menguntungkan. Sedangkan pada PWH untuk tujuan eksploitasi, nilai E % menunjukkan distribusi jalan yang berupa alur dan jalan sogokan cukup merata.

Kata Kunci : Jaringan jalan angkutan, jati, KPH Ciamis

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf