ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK HUTAN RAKYAT DI KECAMATAN PAJANGAN BANTUL
Ign. Christianto. G, Drs. SENAWI, MP.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengelolaan hutan di Indonesia sejak dikeluarkannya PP. No. 71/1970 memberikan dampak yang buruk bagi kehutanan di Indonesia. Tujuan awal dari peraturan tersebut adalah untuk mensejahterakan dan menambah pendapatan masyarakat tetapi kenyataan di lapangan berbeda. Saat ini lahan kritis terus bertambah, bencana alam sreing terjadi dan keadaan sosial ekonomi masyarakat tidak berubah . Untuk mengubah wajah kehutanan Indonesia, pemerintah mulai mengikutsertakan masyarakat didalam pengelolaan hutan. Salah satu bentuk pengelolaan hutan tersebut adalah hutan rakyat. Analisis kesesuaian lahan sebagai bagian dari perencanaan dapat disertakan dalam pengelolaan tersebut, agar diperoleh manfaat yang optimal dari penggunaan lahan sebagai hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kesesuaian lahan untuk hutan rakyat dan mempelajari tingkat kesesuaian dari tiga jenis tanaman hutan, yakni akasia ( Acacia auriculiformis), mahoni (Swietenia macrophylla) dan jati (Tectona grandis), serta merekomendasikan lahan yang sesuai untuk tanaman-tanaman tersebut di Kecamatan Pajangan, Bantul. Penehtian ini dilakukan dengan cara matching yaitu mencocokkan syarat lahan yang sesuai untuk hutan rakyat dengan keadaan lahan di lapangan serta dengan memperhatikan pengunaan lahan aktual, untuk jenis tanaman hutan matching dilakukan antara syarat tumbuh tanaman dengan karakteristik lahan . Pengolahan dan anahsis data menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Pajangan memeiliki potensi untuk pengembangan hutan rakyat seluas 2459,85 Ha (74,04%) yang terdiri dari lahan untuk akasia 1182,712 Ha (35,50%) dan 1277,142 Ha (38,88%) untuk tanaman lain, serta sisanya 848,014 Ha (25,52%) merupakan lahan yang tidak direkomendasikan untuk hutan rakyat
Kata Kunci : Kesesuaian lahan, Pengunaan Lahan, Hutan Rakyat, Kualitas dan Karakteristik lahan.