PERSEPSI MASYARAKAT DUKUH KALIURANG TIMUR TERHADAP RENCANA PENGEMBANGAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI
SUGORO SUTOYO, Dr. Ir. Chafid Fandeli, MS.; Ir. Lies Rahayu WF, M. P.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANDi tengah begitu banyak permasalahan yang terjadi pada Taman Nasional, kawasan gunung Merapi dengan segala potensi yang dimiiiki akan dijadikan Taman Nasional. Permasalahan sosial mewarnai Rencana Pengembangan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) ini. Tujuan penelitian ini adalah: Mengetahui persepsi masyarakat Dukuh Kaliurang Timur terhadap rencana pengembangan TNGM; Mengetahui persepsi masyarakat Dukuh Kaliurang Timur terhadap keterkaitan fungsi dan pelestarian kawasan Gunung Merapi dengan rencana pengembangan TNGM; Mengetahui persepsi masyarakat Dukuh Kaliurang Timur terhadap keterkaitan partisipasi masyarakat dengan rencana pengembangan TNGM. Dukuh Kaliurang Timur dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan dukuh yang berbatasan dengan kawasan yang akan ditetapkan menjadi TNGM. Waktu yang pelaksanaan penelitian adalah April — Juli 2003. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, dengan menggunakan satu variabel yaitu persepsi masyarakat terhadap rencana pengembangan TNGM. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik survai dengan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 1- 5 Juli 2003. Jumlah Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Kaliurang Timur sebagai sampei sebesar 175 responden. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki persepsi bahwa dengan dijadikannya kawasan gunung Merapi sebagai TN maka akan meningkatkan pendapatan daerah (73,1 %), lebih memudahkan dalam pengelolaannya dan pemanfaatannya (83,5%), mendorong berkembangnya objek dan sarana pendidikan penelitian dan pembinaan cinta alam bagi generasi muda (66,8 %), mendorong munculnya objek wisata baru (76,4 %), memperluas lapangan kerja (74,9 %), sarana transportasi dan komunikasi akan semakin baik (78,3 %). Masih ada kekhawatiiran dari 73,1 % responden akan terjadinya penggusuran dalam pengembangan TNGM. Pemerintah harus menjamin agar masyarakat lokal yang telah lama tinggal di kawasan gunung Merapi dan sekitarnya tidak merasa terpinggirkan (79, 4 %). Dari 175 responden, sebanyak 74 % responden menganggap aparat pemerintah daerah berkewajiban mensosialisasikan rencana pengembangan TNGM kepada warga masing-masing. Menurut responden kawasan gunung Merapi adalah milik bersama yang harus dilindungi bersama-sama (70,3 %); kawasan gunung Merapi memiliki peranan penting sebagai penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya (58,9 %); masyarakat sekitar gunung Merapi berkewajiban menjaga kelestarian kawasan gunung Merapi (73,7 %). Sebesar 66,9 % responden memiliki persepsi kawasan gunung Merapi hanya bisa dijaga kelestariannya dengan menjadikannya TN. Responden yang mewakili masyarakat Dukuh Kaliurang Timur memiliki persepsi bahwa: mereka berhak mengetahui rencana peruntukan hutan, pemanfaatan hasil hutan dan informasi kehutanan di kawasan gunung Merapi (76,6 %); berhak memberi informasi, saran, serta pertimbangan dalam pembangunan kehutanan di kawasan gunung Merapi (58,9 %); masyarakat dapat meminta pendampingan, pelayanan, dan dukungan kepada lembaga swadaya masyarakat, pihak lain atau Pemerintah dalam upaya pelestarian kawasan gunung Merapi (58,9 %); ketidakikutsertaan masyarakat dalam melestarikan kawasan gunung Merapi akan memberikan dampak negatif di masa mendatang (73,8 %); suatu rencana pembangunan TN dapat ditangguhkan apabila masyarakat yang berada di sekitar calon lokasi TN itu tidak dilibatkan (76,5 %); perlu adanya penjaringan aspirasi masyarakat sekitar kawasan sebelum suatu kawasan ditetapkan sebagai TN (78,9 %); masyarakat harus menerima informasi yang jelas tentang rencana pengelolaan TNGM (63,4 %); harus ada persetujuan masyarakat desa sekitar kawasan yang akan menjadi wilayah TNGM (66,3 %); dalam setiap tahapan pembangunan TNGM, masyarakat lokal harus selalu dilibatkan (88,6 %); harus ada transparansi dan kemudahan informasi tentang TNGM yang diperlukan masyarakat dari pemrintah secara adil dan jujur (91,5%).
Kata Kunci : Persepsi, pengembangan, Taman Nasional, Gunung Merapi