PENGARUH KEPEMILIKAN PUBLIK DAN WARAN SAHAM TERHADAP KINERJA PASAR PENAWARAN UMUM PERDANA (Studi Empiris pada Perusahaan yang Melakukan Pencatatan Perdana di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2021)
Muhammad Bima Samudera Pratama, Mamduh M. Hanafi, Prof. Dr., M.B.A.
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur kepemilikan publik (public float) dan penyertaan waran saham terhadap kinerja pasar saham Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011–2021. Kinerja pasar dievaluasi melalui dua perspektif waktu, yaitu kinerja jangka pendek yang diukur dengan Initial Return (IR) dan kinerja jangka panjang menggunakan Cumulative Abnormal Return (CAR) selama 36 bulan.
Sampel penelitian mencakup 282 perusahaan yang melakukan pencatatan saham perdana pada periode observasi, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, dengan mengontrol variabel umur perusahaan, ukuran perusahaan, dana hasil IPO, reputasi penjamin emisi, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran kepemilikan publik dan penerbitan waran berpengaruh positif dan signifikan terhadap Initial Return. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor menuntut tingkat underpricing yang lebih tinggi sebagai kompensasi risiko pada emiten dengan porsi publik besar dan penerbit waran, selaras dengan Winner’s Curse Theory dan Signaling Theory. Sebaliknya, dalam jangka panjang, kedua variabel tersebut tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap CAR 36 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa informasi struktur penawaran awal telah terserap sepenuhnya oleh pasar dan tidak lagi relevan dalam memprediksi kinerja jangka panjang, yang lebih didominasi oleh faktor fundamental perusahaan seperti ukuran aset dan besaran dana IPO.
This study aims to examine the impact of public ownership structure (public float) and share warrants on the market performance of Initial Public Offerings (IPOs) on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Market performance is measured across two time horizons: short-term performance using Initial Return (IR) and long-term performance using 36-month Cumulative Abnormal Return (CAR). This research is motivated by the need to re-evaluate underpricing and long-term performance phenomena in emerging markets, particularly following the implementation of e-IPO regulations and dynamic capital market changes during the 2011–2021 period.
Using a purposive sampling method, this study analyzes 282 companies that went public during the observation period. Hypothesis testing was conducted using multiple linear regression analysis, controlling for firm age, firm size, IPO proceeds, underwriter reputation, inflation, and economic growth.
The results indicate that the size of public ownership and warrant issuance have a positive and significant effect on Initial Return. These findings support the Winner's Curse Theory, Signaling Theory, and Staged Financing Theory. Conversely, in the long run, neither variable significantly affects the 36-month CAR, suggesting the validity of the Semi-Strong Efficient Market Hypothesis on the IDX.
Kata Kunci : Initial Public Offering (IPO), Initial Return, Cumulative Abnormal Return, Kepemilikan Publik, Waran, Bursa Efek Indonesia