ANALISIS SKENARIO PERUBAHAN IKLIM CMIP6 UNTUK KAJIAN RISIKO BENCANA BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CIRARAB
Kuny Hidayah, Dr. Sc. Andung Bayu Sekaranom, S.Si., M.Sc. ; Prof. Dr. Slamet Suprayogi, M.S.
2026 | Tesis | S2 Geografi
Perubahan iklim mengakibatkan perubahan pola hujan
dan kejadian hujan ekstrem yang berkontribusi pada frekuensi dan intensitas
banjir. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengembangkan skenario perubahan pola
hujan di DAS Cirarab berdasarkan proyeksi perubahan iklim; 2) Menganalisis perubahan tingkat
bahaya bencana banjir akibat perubahan iklim di DAS Cirarab berdasarkan
skenario perubahan iklim; 3) Menganalisis tingkat kerentanan masyarakat
terhadap bencana banjir di DAS Cirarab; 4) Menganalisis perubahan tingkat risiko
bencana banjir sebagai akibat perubahan iklim di DAS Cirarab berdasarkan
skenario perubahan iklim. Data yang digunakan mencakup topografi (kemiringan
lereng, elevasi, TWI), iklim dan hidrologi
(curah hujan, drainage density), tutupan lahan (NDVI, MNDWI), aspek
spasial (jarak ke sungai), aksesibilitas
(jarak ke jalan dan rumah sakit), serta demografi penduduk (kepadatan penduduk,
populasi penduduk usia rentan, populasi perempuan). Analisis
data dilakukan dengan menggunakan metode statistical downscaling dan Analytical
Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukan perubahan iklim
menyebabkan pergeseran pola hujan di DAS Cirarab. Proyeksi curah hujan
menunjukan pergeseran distribusi curah hujan yang ditandai dengan peningkatan
intensitas curah hujan terutama pada puncak musim hujan (Desember-Februari) dan
bulan peralihan (Maret-Mei dan September-November), serta kondisi puncak musim
kemarau (Juni-Agustus) yang relatif lebih basah dibanding periode historis. Lebih
lanjut, Bahaya banjir di DAS Cirarab meningkat selama periode proyeksi dan
terdistribusi di bagian tengah dan hilir DAS. Kelas kerentanan tinggi hingga
sangat tinggi teridentifikasi di Kecamatan Pasar Kemis dan Cikupa yang
dipengaruhi faktor kepadatan penduduk yang tinggi dan keterbatasan akses ke
fasilitas kesehatan serta transportasi. Secara keseluruhan, luas risiko banjir
kategori tinggi hingga sangat tinggi meningkat sebesar 31,79 %, terutama di
bagian tengah DAS khususnya Kecamatan
Pasar Kemis dan sebagian Kecamatan Cikupa. Diperlukan pengelolaan DAS yang
terintegrasi dengan Disaster Risk Reduction (DRR), yang mencakup
pembangunan struktur pengendali banjir, konservasi lahan di bagian hulu dan pengembangan Early
Warning System (EWS). Peningkatan resiliensi masyarakat juga perlu
disertakan melalui penguatan aspek organisasional berupa pembentukan tim
tanggap bencana berbasis komunitas, penyusunan rencana kontinjensi yang
dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat, serta pelaksanaan
pelatihan simulasi bencana banjir secara rutin di tingkat RW/ Kelurahan pada
wilayah berisiko tinggi, sebagai rekomendasi untuk implementasi.
Climate change causes changes in rainfall patterns and extreme rainfall events that contribute to the frequency and intensity of flooding. This study aims to 1) Develop scenarios for changes in rainfall patterns in the Cirarab watershed based on climate change projections; 2) Analyze changes in the level of flood disaster risk due to climate change in the Cirarab watershed based on climate change scenarios; 3) Analyze the level of community vulnerability to flood disasters in the Cirarab watershed; 4) Analyze changes in the level of flood disaster risk as a result of climate change in the Cirarab watershed based on climate change scenarios. The data used included topography (slope, elevation, TWI), climate and hydrology (rainfall, drainage density), land cover (NDVI, MNDWI), spatial aspects (distance to rivers), accessibility (distance to roads and hospitals), and population demographics (population density, vulnerable population, female population). Data analysis was performed using statistical downscaling and Analytical Hierarchy Process (AHP) methods. The results of the study show that climate change has caused a shift in rainfall patterns in the Cirarab watershed. Rainfall projections show that high-intensity rainfall occurs not only at the peak of the rainy season (December-February), but also in the transitional months (March, April, November), indicating a shift in the rainy season and increasing the potential for flooding. Furthermore, the risk of flooding in the Cirarab watershed increased during the projection period and was distributed in the middle and downstream parts of the watershed. High to very high vulnerability classes were identified in the Pasar Kemis and Cikupa subdistricts, which are affected by high population density and limited access to health facilities and transportation. Overall, the area at high to very high risk of flooding has increased by 31.79%, especially in the central part of the watershed, particularly in Pasar Kemis District and part of Cikupa District. Integrated watershed management with Disaster Risk Reduction (DRR) is needed, including the construction of flood control structures, land conservation in the upstream area, and the development of an Early Warning System (EWS). Increasing community resilience also needs to be included through organizational strengthening in the form of establishing community-based disaster response teams, developing contingency plans in a participatory manner involving the community, and conducting regular flood disaster simulation training at the neighborhood/village level in high-risk areas, as recommendations for implementation.
Kata Kunci : CMIP6, DAS Cirarab, Perubahan Iklim, Pola Curah Hujan, Risiko Banjir