Laporkan Masalah

ANALISIS PENATALAKSANAAN PNEUMONIA DENGAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) DI KABUPATEN PEKALONGAN PROPINSI JAWA TENGAH

MARDIJANTO, Djoko, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Pendekatan program perawatan balita sakit yang dipakai selama ini adalah program intervensi secara terpisah untuk masing-masing hi putus p O dan UNICEF men t yang memadukan pelayanan al tegrated dikembangkan di Indonesia. or TBS bertujuan mengetahui kendala yang timbul selama pelaksanaan MTBS dengan indikator utama p rkait, dan kepuasan ibu balita. Mengingat ketrampilan petugas merupakan indikator yang berdampak rh ingin melakukan analisis, mengetahui dan memahami proses penatalaksanaan pneumonia dengan n akit (MTBS) di Kabupaten ekalongan Propinsi Jawa Tengah Studi dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan Propinsi Jawa Tengah an hanya dilakukan pada penatalaksanaan Pneumonia dikarenakan masih tingginya angka kesakitan balita yang disebabkan oleh penyakit rsebut di unit rawat jalan Puskesmas. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berupa penelitian survei dengan pendekatan cross sectional atau potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan November 2004 di 4 Puskesmas MTBS di Kabupaten Pekalongan Propinsi Jawa Tengah. Alat penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen berupa kuesioner, check list dan observasi. Langkah-langkah analisis datanya adalah sebagai berikut presentasi data; analisis dan penafsiran data; serta validasi dan verifikasi penemuan Hasil Penelitian: Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara tingkat keparahan dengan kelengkapan pengisian formulir (p = 0,021). Variabel tingkat keparahan memiliki hubungan bermakna dengan mutu pelayanan (p = 0,000). Variabel ketrampilan petugas mempunyai hubungan yang bermakna dengan cakupan pneumonia dan rasio kotrimoksasol. Kesimpulan dan saran : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat keparahan dengan kelengkapan pengisian formulir dan tingkat keparahan dengan mutu pelayanan. Variable pengetahuan, motivasi, ketrampilan petugas, cakupan, dan rasio kotrimoksasol saling berhubungan. Saran yang bisa diberikan adalah adanya suatu kebijakan kesehatan tentang pelayanan kesehatan pada balita sakit di Puskesmas dengan menggunakan pendekatan MTBS.

Background: Treatment progress of childhood illness approach that used during the time is intervention program separately for each disease, causing problem losing of opportunity and break medication of patient. To overcome it, WHO and UNICEF in 1994 develop a package that incorporate service of childhood illness, one single package so-called Integrated Management Childhood Illness (IMCI). In 1997 IMCI start to develop in Indonesia. The aim of monitoring constraint arising during execution of MTBS with main indicator of skilled officer, support from related institution, and satisfaction of child’s mother. As skilled officer is an indicator that directly affecting toward childhood illness, then writer wish to carry out analysis, knowing and understanding management process of pneumonia by using of “Manajemen Terpadu Balita Sakit” (MTBS) in Regency Pekalongan Province of Central Java and only carry out for the management of pneumonia, because of high illness rate of childhood due to smas” (Center of Community Health). Method: This is a quantitative research constitute of survey research with cross sectional approach. This research carry out on August to November 2004 in 4 “Puskesmas” of MTBS in R Central Java. The instruments used to collecting data in this research are questionnaire, check list, and observation. Stages for analyzing data as follow: data presentation; analysis and interpretation of data; and vali rification of finding. Result: Quantitative analysis show that there is significant relation between severity level and comply to fill up the form (p = 0.021). Variable of severity level have a significant relation with service quality (p = skilled officer have a significant relation with scope of pneumonia and ratio of cotrimoxazole. Conclusion and suggestion: Based on the result show that there is significant relation between severity level with comply to fill up form and service quality. There is inter-relationship between variables of knowledge, motivation, skilled of can be given is the existence of health policy concerning service of health for childhood illness in “Puskesmas” by using approach of MTBS

Kata Kunci : Manajemen Layanan Rumah Sakit,Penatalaksanaan Pnemonia,MTBS, Pneumonia, management of MTBS.

  1. S2_PAS_2005_Djoko_Mardijanto_ABSTRACT.pdf  
  2. S2_PAS_2005_Djoko_Mardijanto_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2_PAS_2005_Djoko_Mardijanto_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S2_PAS_2005_Djoko_Mardijanto_TITLE.pdf