Laporkan Masalah

Penentuan Prioritas Area Berdasarkan Kriteria Kesuksesan Pada Proyek di PT XYZ

GERALDINE ABEL, Prof. Suadi, M.Agr.Sc., Ph.D

2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

PT XYZ menghadapi permasalahan tingginya nilai piutang akibat keterlambatan dan kegagalan pembayaran petani, yang berdampak pada menurunnya kepercayaan sumber pendanaan (bank daerah atau fintek) dan berpotensi mengakibatkan terhentinya kegiatan pembiayaan kepada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas area pembiayaan serta mengidentifikasi kriteria kesuksesan proyek yang paling berpengaruh dalam meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman petani. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menganalisis enam kriteria utama, yaitu intervensi pemerintah, kredit lembaga pemerintah, kemudahan akses kredit dari bank daerah, kredit non pemerintah, demografi, dan sosial ekonomi. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 13 informan dari divisi terkait dalam kegiatan sosialisasi dan operasional pembiayaan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit non pemerintah merupakan kriteria yang paling perlu diprioritaskan pada seluruh area penelitian, diikuti oleh kemudahan akses kredit bank daerah. Sementara itu, demografi dan intervensi pemerintah memiliki pengaruh terendah terhadap keberhasilan proyek. Berdasarkan analisis prioritas wilayah, Karawang ditetapkan sebagai area prioritas di Jawa Barat 1, Indramayu di Jawa Barat 2, dan Ngawi di Jawa Timur. Temuan ini memberikan dasar bagi PT XYZ untuk mengarahkan strategi pembiayaan secara lebih selektif dan efektif guna meminimalkan risiko gagal bayar serta meningkatkan keberlanjutan proyek pembiayaan pertanian.

PT XYZ menghadapi permasalahan tingginya nilai piutang akibat keterlambatan dan kegagalan pembayaran petani, yang berdampak pada menurunnya kepercayaan sumber pendanaan (bank daerah atau fintek) dan berpotensi mengakibatkan terhentinya kegiatan pembiayaan kepada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas area pembiayaan serta mengidentifikasi kriteria kesuksesan proyek yang paling berpengaruh dalam meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman petani. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menganalisis enam kriteria utama, yaitu intervensi pemerintah, kredit lembaga pemerintah, kemudahan akses kredit dari bank daerah, kredit non pemerintah, demografi, dan sosial ekonomi. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 13 informan dari divisi terkait dalam kegiatan sosialisasi dan operasional pembiayaan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit non pemerintah merupakan kriteria yang paling perlu diprioritaskan pada seluruh area penelitian, diikuti oleh kemudahan akses kredit bank daerah. Sementara itu, demografi dan intervensi pemerintah memiliki pengaruh terendah terhadap keberhasilan proyek. Berdasarkan analisis prioritas wilayah, Karawang ditetapkan sebagai area prioritas di Jawa Barat 1, Indramayu di Jawa Barat 2, dan Ngawi di Jawa Timur. Temuan ini memberikan dasar bagi PT XYZ untuk mengarahkan strategi pembiayaan secara lebih selektif dan efektif guna meminimalkan risiko gagal bayar serta meningkatkan keberlanjutan proyek pembiayaan pertanian.

Kata Kunci : AHP, pembiayaan pertanian, kriteria kesuksesan proyek, prioritas wilayah proyek, risiko gagal bayar

  1. S2-2026-529904-abstract.pdf  
  2. S2-2026-529904-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-529904-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-529904-title.pdf