Ketersediaan darah dan pengelolaan donor di PMI Cabang Medan dan Yogyakarta
JAUHARI, Nikmatullah, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Ketersediaan darah sampai saat ini masih menjadi problema bagi Palang Merah Indonesia (PMI) disemua cabang yang ada di Indonesia. Palang Merah Indonesia Cabang Medan dan Yogyakarta juga mengalami hal sama. Oleh karena itulah, diperlukan pengelolaan darah oleh PMI yang benar-benar dapat menjamin adanya ketersediaan darah dan menjamin efektivitas dan efisiensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan donor dan ketersediaan darah di wilayah kerja PMI cabang Medan dan Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatip dengan mempergunakan rancangan cross sectional, observasi dan wawancara mendalam, yang tujuannya untuk mengungkap kedalaman data mengenai objek yang diteliti. Hasil dan Kesimpulan: Kebutuhan darah untuk Kota Medan lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan darah untuk Kota Yogyakarta, namun ketersediaan darah untuk PMI Cabang Yogyakarta lebih baik dibandingkan dengan ketersediaan darah di PMI Cabang Medan. Dalam pengelolaan darah, aliran pengelolaan darah antara PMI Cabang Yogyakarta dan Medan tidak menunjukkan adanya perbedaan yang besar. Strategi yang diterapkan dalam pengorganisasian darah menunjukkan bahwa PMI Cabang Yogyakarta maupun PMI Cabang Medan relatif sama dalam masalah strategi. Berbagai kegiatan dilakukan oleh PMI Cabang Medan maupun Yogyakarta dalam memperoleh pendonor sukarela baru dan juga mempertahankan pendonor lama. Dalam masalah koordinasi, nampak bahwa koordinasi antara PMI Cabang Yogyakarta dan PMI Cabang Medan tidak menunjukkan adanya perbedaan yang besar. Baik PMI Cabang Yogyakarta maupun Medan melakukan kerjasama dengan pihak rumah sakit yang membutuhkan darah dari PMI, serta adanya kerjasama PMI dengan Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) guna mendapatkan dan memenuhi kebutuhan darah.
Background : The availability of blood is still a problem in Indonesian Red Cross (PMI) until now in all branches Indonesia. PMI in Medan and Yogyakarta Branch is faced with the same problem. Therefore, it needs the blood management by PMI to guarantee the availability of blood and to guarantee the effectiveness and efficiency. Purpose : The purpose of this research is to study the blood management and the blood availability in PMI of Yogyakarta and Medan Branch. Method : This research is qualitative research using cross-sectional design, observation and in-depth interview. It aims is to uncover the data depth about the object being studied. Result and Conclusion: The demand for blood in Medan is higher than the demand for blood in Yogyakarta, but the blood availability in PMI of Yogyakarta Branch is better than the one in PMI of Medan Branch. In blood management, the flow of blood management between PMI of Yogyakarta dan Medan Branch doesn’t show a significant difference. The strategy in organizing the blood is relatively the same between PMI of Yogyakarta and Medan Branch. There are many activities done by PMI of Medan and Yogyakarta Branch in obtaining the new voluntary blood and keep the old one. In coordination area, the coordination between PMI of Yogyakarta dan Medan Branch aren’t significantly difference. Both the PMI of Yogyakarta Branch and Medan Branch do cooperation with the hospital that needs blood from the PMI, and also there’s a cooperation between PMI and the PDDI to obtained and to fuffill the blood demand.
Kata Kunci : Manajemen Layanan Kesehatan, Pengelolaan Donor Darah, PMI, Medan, Yogyakarta