Laporkan Masalah

Kerentanan Wilayah Terhadap Gempa Bumi dan Upaya Mitigasi Lingkungan di Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat

WITARI ELYA UTAMI, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, S.Si., M.T., M.Sc. ; Dr. Mukhamad Ngainul Malawani, S.Si., M.Sc.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan wilayah terhadap bencana gempa bumi dan merumuskan strategi mitigasi yang tepat di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Parameter yang digunakan yaitu parameter soisal, ekonomi dan fisik. Pendekatan analisis menggunakan metode Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan pada masing-masing desa serta menentukan parameter dominan yang memengaruhi besarnya potensi risiko bencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kerentanan bervariasi setiap desa yang disebabkan oleh perbedaan karakteristik sosial, kondisi ekonomi, dan kesiapan infrastruktur fisik. Desa Malaka dan Pemenang Barat tergolong memiliki tingkat kerentanan sosial yang sangat tinggi akibat tingginya jumlah penduduk, kepadatan wilayah, serta proporsi kelompok usia rentan seperti anak-anak dan penduduk usia lanjut. Desa Pemenang Timur menunjukkan tingkat kerentanan sosial tinggi dengan karakteristik demografis yang padat namun lebih seimbang di bandingkan Desa Malaka dan Pemenang Barat. Desa Menggala memiliki tingkat kerentanan ekonomi yang sangat tinggi karena luasnya lahan produktif dan tingginya jumlah keluarga miskin, sedangkan Desa Gili Indah menunjukkan tingkat kerentanan fisik tertinggi akibat kepadatan bangunan yang tinggi serta keterbatasan sistem peringatan dini dan jalur evakuasi. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerentanan wilayah di Kecamatan Pemenang dominan dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi dibandingkan faktor fisik. oleh karena itu, strategi mitigasi non-struktural perlu difokuskan pada penguatan kapasitas sosial masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan sarana kesiapsiagaan, serta integrasi pendidikan kebencanaan sebagai upaya membentuk masyarakat yang tangguh, adaptif, dan berdaya dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi.

This study aims to analyze the level of regional vulnerability to earthquake hazards and to formulate appropriate mitigation strategies in Pemenang District, North Lombok Regency. The analysis is based on three main parameters: social, economic, and physical. The Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) method was employed to identify the level of vulnerability in each village and determine the dominant parameters influencing disaster risk potential. The results indicate that the degree of vulnerability varies across villages due to differences in social characteristics, economic conditions, and the readiness of physical infrastructure. Malaka and Pemenang Barat Villages exhibit very high social vulnerability caused by high population density and a large proportion of vulnerable groups such as children and the elderly. Pemenang Timur Village shows high social vulnerability, characterized by a dense but more balanced demographic condition compared to Malaka and Pemenang Barat. Menggala Village demonstrates very high economic vulnerability due to extensive productive land and a high number of low-income households, while Gili Indah Village presents the highest physical vulnerability as a result of dense building concentration and limited early warning systems and evacuation routes. Overall, the findings reveal that regional vulnerability in Pemenang District is predominantly influenced by social and economic factors rather than physical ones. Therefore, non-structural mitigation strategies should focus on strengthening community social capacity, empowering the local economy, improving preparedness infrastructure, and integrating disaster education to build a resilient, adaptive, and empowered society capable of facing future earthquake hazards.

Kata Kunci : Kerentanan wilayah, gempa bumi, SMCE, mitigasi non-struktural, Kecamatan Pemenang / Regional vulnerability, earthquake, SMCE, non-structural mitigation, Pemenang District

  1. S2-2025-528862-abstract.pdf  
  2. S2-2025-528862-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-528862-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-528862-title.pdf