STUDI KASUS ANALISIS PENERAPAN PEMBERIAN UANG PESANGON DALAM PROGRAM PENSIUN DINI YANG DILAKUKAN SECARA BACKDATED OLEH PT.XYZ DI WILAYAH JAKARTA TIMUR DALAM RANGKA EFISIENSI ANGGARAN PADA KONDISI KEUANGAN MERUGI
Eka Veronika, Prof. Dr. Ari Hernawan, S.H.,M.Hum.
2026 | Tesis | S2 ILMU HUKUM JAKARTA
Penelitian ini memiliki 2(dua)
tujuan, pertama untuk mengetahui dan menganalisis keabsahan pemberian pesangon
dalam program pensiun dini yang dilakukan berdasarkan “Perjanjian Kesepakatan
Berakhirnya Hubungan Kerja/Pensiun Dini” secara back dated menurut
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pada saat telah
berlaku Undang-Undang Cipta Kerja. Tujuan kedua untuk mengetahui dan
menganalisis upaya tepat yang seharusnya dilakukan oleh PT.XYZ dalam melakukan
pengurangan pekerja agar tujuan efisiensi pengeluaran dapat tercapai.
Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris yang bersifat
deskriptif. Penelitian yuridis dilakukan dengan penelitian kepustakaan dengan
alat berupa studi dokumen. Penelitian hukum empiris dilakukan dengan cara studi
kelapangan dengan cara wawancara kepada subjek penelitian dengan alat berupa
pedoman wawancara. Hasil penelitian ini dianalisis secara kualitatif.
Hasil
penelitian menyimpulkan. Pertama, Pemberian pesangon didalam program pensiun
dini yang dilakukan oleh PT.XYZ, tidak sah ditinjau dari syarat sahnya suatu
perjanjian sebagaimana dirumuskan didalam Pasal 1320 KUHPerdata. Keabsahan
pemberian uang pesangon didalam program pensiun dini tersebut telah melanggar
baik dari unsur subjektif maupun unsur objektif sahnya perjanjian. Kedua,
langkah tepat yang seharusnya dilakukan oleh PT.XYZ adalah melakukan pensiun
dini sesuai regulasi yang berlaku pada saat Pandemi Covid-19 berdasarkan
kesepakatan bersama. Upaya terakhir yang
tepat untuk dilakukan PT.XYZ adalah dengan melakukan PHK atas alasan efisiensi
sebagai akibat dari kondisi keuangan merugi.
This
study has two objectives. First, to determine and analyze the validity of the
provision of severance pay in the early retirement program, which is
implemented based on a "Termination of Employment Relationship/Early
Retirement Agreement" backdated according to Law Number 13 of 2003
concerning Manpower, when the Job Creation Law came into effect. Second, to
determine and analyze the appropriate measures that PT. XYZ should take to
reduce its workforce to achieve its expenditure efficiency goals.
This
study uses a descriptive, empirical, juridical approach. The legal research was
conducted through library research to obtain secondary data on various primary,
secondary, and tertiary legal materials, using document studies as the tool.
Empirical legal research was conducted through field studies to obtain primary
data through interviews with research subjects using interview guidelines. The
results of this research were analyzed qualitatively.
The
research concludes: First, the provision of severance pay within the early
retirement program implemented by PT. XYZ, which is stipulated in the
collective agreement entitled "Agreement to End Employment
Relationship/Early Retirement," is invalid based on the requirements for a
valid agreement as stipulated in Article 1320 of the Civil Code. The validity
of the provision of severance pay within the early retirement program violates
both the subjective and objective elements of a valid agreement. Second, the
appropriate step that PT. XYZ should take is to implement early retirement in
accordance with applicable regulations during the COVID-19 pandemic, with the
results of the early retirement agreement outlined in the Collective Agreement.
However, if an agreement with employees fails, the appropriate final step for
PT. XYZ is to terminate employees for efficiency reasons due to financial
losses.
Kata Kunci : Perjanjian Backdate, Pemutusan Hubungan Kerja, Pensiun Dini dan Pesangon