Situs Bongal Sebagai Pusat Budaya Maritim Pesisir Barat Sumatra Abad VII-X M
Muhammad Faizurrahman, Dr. Mimi Savitri, M.A.
2026 | Tesis | S2 Arkeologi
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pembentukan ruang budaya maritim di Situs Bongal abad 7-10 M. Tinggalan budaya yang ditemukan menunjukkan bentuk-bentuk pengetahuan maritim masyarakat pendukung Situs Bongal dalam memanfaatkan area lahan basah di tepi Sungai Lumut di wilayah perairan Teluk Tapanuli.
Lanskap maritim Situs Bongal merefleksikan asumsi yang seringkali membatasi potensi kawasan pesisir barat Sumatra sebagai ruang budaya maritim masa lampau. Hal tersebut disebabkan setidaknya oleh dua faktor yaitu faktor lingkungan dan eksklusi historiografi. Kajian lanskap terhadap Situs Bongal memberi pemahaman bahwa proses pembentukan kebudayaan maritim tidak hanya terbatas di sisi timur saja, melainkan juga di pesisir barat Pulau Sumatra sejak abad ke-7 M.
Analisis dengan pendekatan lanskap dalam penelitian ini berdasarkan data yang mencakup data arkeologi hasil survei dan ekskavasi tahun 2021-2022, lingkungan sekitar Situs Bongal, data perairan Teluk Tapanuli, serta sumber pertulisan melalui dokumen sejarah khususnya catatan pelayaran Arab dan literatur terkait. Maritime cultural landscape oleh Westerdahl (1992) memberi kerangka pemikiran dalam proses analisis maupun interpretasi. Studi ini mengarahkan fokus pada kesatuan sisa-sisa budaya maritim di darat maupun di bawah air yang merupakan hasil pemanfaatan manusia terhadap ruang maritimnya. Maritime Cultural Landscape memberi penekanan terhadap sudut pandang maritim yang berdasarkan cara berpikir dan perilaku komunitas masyarakatnya.
Penelitian lanskap maritim Situs Bongal memberi pemahaman bahwa Situs Bongal merupakan suatu lokasi permukiman dengan tradisi pengetahuan lahan basah di pesisir barat Sumatra abad 7-10 M. Permukiman lahan basah Situs Bongal kemudian melangsungkan bukan hanya aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga aktivitas kemaritiman yang kompleks. Aktivitas kemaritiman tersebut ditunjukkan oleh jejak keberadaan lokasi pelabuhan, yang menjadi tempat berlangsungnya pertukaran barang, yang mempertemukan jejaring perniagaan dengan Asia Barat (Timur Tengah), Asia Selatan, dan Asia Timur. Komoditas Dryobalanops aromatica menjadi daya tarik khusus Situs Bongal sehingga menjadi lokasi singgah maupun tujuan pelayaran. Tinggalan alat transportasi air fragmen kayu kapal dengan tradisi teknologi pembuatan tambuku-terikat juga mencerminkan aktivitas pelayaran oleh masyarakat pendukung Situs Bongal.
Kata Kunci : lanskap maritim, Situs Bongal, pesisir barat Sumatra, lahan basah.