ANALISIS PENENTUAN DAUR FINANSIAL TEGAKAN PINUS DENGAN MENGGUNAKAN METODE NILAI HARAPAN TANAH
Ivan Cahyo Susanto, Dr. Ir. Wahyu Andayani,M.S.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANBanyaknya masalah yang teijadi pada hutan Pinus seperti keamanan hutan, kebakaran hutan, penjarahan lahan, dan bencana alam maka seolah-olah penetapan daur Pinus diharapkan lebih dinamis. Penelitian ini menggunakan obyek tegakan Pinus merkusii dengan tujuan untuk menemukan daur finansial pengusahaan hutan tanaman Pinus. Analisis dilakukan pada bonita 3. Estimasi fungsi produksi kayu dan getah Pinus menggunakan model regresi linier berganda dengan memasukkan variabel umur, luas lahan, jumlah pohon, dan HOK memberikan hasil koefisien determinasi (R2) masing-masing sebesar 95% dan 90,2%. Analisis efisiensi teknis digunakan untuk menemukan daerah produksi rasional II diperoleh hasil sebagai berikut: 1) kayu pada umur 25 tahun, 2) getah pada umur 11 tahun, dan 3) gabungan kayu getah pada umur 12 tahun. Analisis penentuan daur finansial tegakan Pinus digunakan analisis model LEV ( Land Expectation Value ). Berbagai altematif daur dicoba mulai dari daur 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, dan 50 dengan tingkat suku bunga 8%, 9% dan 10%, maka nilai LEV dapat diketahui. Daur finansial Pinus ditemukan pada nilai LEV tertinggi yaitu daur 20 tahun dengan hasil sebagai berikut: 1 ) Rp. 5.224.773,65/ha pada suku bunga 8%, 2) Rp. 3.443.049,30/ha dengan suku bunga 9% dan 3) Rp. 2.076.038,36/ha pada suku bunga 10%. Menurut Laporan Keuangan Tahun 2001 KPH memperoleh keuntungan Rp. 206.600,51/ha dari daur 30 tahun. Pada daur 20 tahun tersebut KPH Pekalongan Timur dapat dikatakan memperoleh keuntungan maksimum menurut kriteria investasi LEV.
Kata Kunci : nilai harapan tanah, daur finansial