Peran Keberfungsian Keluarga terhadap Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal dengan Kematangan Emosi sebagai Mediator
Karima Nada Medina, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A.
2026 | Tesis | S2 Psikologi
Persentase dewasa awal yang belum menikah menunjukkan kecenderungan meningkat dalam satu dekade terakhir. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya kesiapan menikah yang dipengaruhi oleh berbagai transisi kehidupan pada fase perkembangan dewasa awal. Keberfungsian keluarga dan kematangan emosi dipandang sebagai faktor penting dalam pembentukan kesiapan menikah, namun mekanisme hubungan di antara ketiga variabel tersebut masih memerlukan pengkajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keberfungsian keluarga terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal dengan kematangan emosi sebagai variabel mediator. Partisipan penelitian terdiri atas 403 dewasa awal berusia 20–29 tahun yang belum menikah dan diperoleh melalui metode convenience sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Skala Kesiapan Menikah, Family Adaptability and Cohesion Evaluation Scale IV (FACES IV), dan Skala Kematangan Emosi. Analisis data menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga berpengaruh terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal secara tidak langsung melalui kematangan emosi (? = 0,029; 95% CI [0,017; 0,092]). Temuan ini menegaskan peran penting keluarga dalam mendukung perkembangan kematangan emosi yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur terkait kesiapan menikah serta menjadi dasar bagi pemerintah, lembaga terkait, dan praktisi psikologi dalam merancang kebijakan maupun program edukasi kesiapan menikah yang lebih kontekstual dan tepat sasaran.
The percentage of young adults who are not yet married has shown an upward trend over the past decade. This condition is thought to be related to a low level of marriage readiness, which is influenced by various life transitions during the early adult development phase. Family functioning and emotional maturity are considered important factors in the formation of marriage readiness, but the mechanism of the relationship between these three variables still requires further study. This study aims to examine the role of family functioning on marriage readiness among young adults, with emotional maturity as a mediator. This study consisted of 403 young adults aged 20–29 years who were unmarried and were obtained through convenience sampling. The research instruments used included the Marriage Readiness Scale, the Family Adaptability and Cohesion Evaluation Scale IV (FACES IV), and the Emotional Maturity Scale. Data analysis showed that family functioning indirectly influenced marriage readiness in young adults through emotional maturity (? = 0.029; 95% CI [0.017; 0.092]). These findings confirm the important role of the family in supporting the development of emotional maturity, which ultimately contributes to marriage readiness in young adults. The implications of this study are expected to enrich the literature on marriage readiness and serve as a basis for the government, relevant institutions, and psychology practitioners in designing more contextual and targeted policies and educational programs on marriage readiness.
Kata Kunci : Keberfungsian keluarga, kematangan emosi, kesiapan menikah