Penerapan Budaya Pitungan Jawa Terhadap Keberhasilan Good Agriculture Practices Padi di Kabupaten Bekasi
Wahyu Binarti, Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S.
2026 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Penelitian ini bertujuan untuk 1)Menganalisis tingkat penerapan pitungan Jawa, 2)Besar pengaruh faktor personal dan lingkungan mempengaruhi keberhasilan Good Agriculture Practices padi, 3)Indikator yang merefleksikan faktor personal dan lingkungan dalam keberhasilan GAP padi di Kabupaten Bekasi. Faktor personal yang diteliti adalah sikap, motivasi, penerapan budaya pitungan Jawa, efikasi diri. Sementara faktor eksternal terdiri dari peran kelompok dan peran penyuluh. Penelitian ini dilaksanakan pada 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Bojongmangu, Kecamatan Cabangbungin dan Kecamatan Sukawangi di Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode dasar deskriptif analitik. Total responden dalam penelitian ini sebanyak 150 responden dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Hasil penelitian menunjukkan faktor personal meliputi sikap berada pada kategori setuju sebesar 73,95%, motivasi berada pada kategori ragu-ragu sebesar 58,14%, aktivitas budaya pitungan Jawa berada pada kategori sering sebesar 71,63 %, efikasi diri berada pada kategori yakin sebesar 70,96%. Faktor lingkungan meliputi peran penyuluh pertanian berada pada kategori kadang-kadang sebesar 56,17, peran kelompok berada pada kategori sering sebesar 69,1. Penerapan Budaya Pitungan Jawa dalam Keberhasilan GAP padi pada aspek pengelolaan, pemeliharaan, panen dan pascapanen berada pada kategori sering dengan rata-rata skor keberhasilan GAP padi 72,49%. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) menyatakan faktor personal (sikap, motivasi, aktivitas budaya pitungan Jawa dan efikasi diri) dan faktor lingkungan (peran penyuluh pertanian, peran kelompok) saling berhubungan nyata terhadap Penerapan Budaya Pitungan Jawa dalam Keberhasilan GAP Padi. Faktor internal paling direfleksikan aktivitas budaya pitungan Jawa, faktor eksternal paling direfleksikan peran kelompok, dan dinamika kelompok dalam keberlanjutan usaha paling direfleksikan aspek pengelolaan padi.
This study aims to 1) analyze the level of implementation of Javanese pitungan, 2) the extent of influence of personal and environmental factors on the success of Good Agriculture Practices for rice, and 3) indicators that reflect personal and environmental factors in the success of GAP for rice in Bekasi Regency. The personal factors studied were attitudes, motivation, Javanese pitungan cultural activities, and self-efficacy. While external factors consisted of group roles and extension workers. This study was conducted in 3 sub-districts, namely Bojongmangu, Cabangbungin, and Sukawangi sub-districts in Bekasi Regency. This study used a quantitative approach with a descriptive analytical design. The total number of respondents in this study was 150, using a multistage random sampling technique. The results showed that personal factors included attitudes in the agree category of 73.95%, motivation in the doubtful category of 58.14%, Javanese pitungan cultural activities in the frequent category of 71.63%, and self-efficacy in the confident category of 70.96%. Environmental factors include the role of agricultural extension workers, which is categorized as "sometimes" (56.17%), and the role of groups (69.1%). The application of Javanese Pitungan Culture in the Success of GAP rice in aspects of management, maintenance, harvesting, and post-harvest is categorized as "frequent," with an average GAP rice success score of 72.49%. Data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) revealed a significant relationship between personal factors (attitude, motivation, Javanese pitungan cultural activities, and self-efficacy) and environmental factors (the role of agricultural extension workers, the role of groups) on the Implementation of Javanese Pitungan Culture in the Success of GAP rice. Internal factors are most reflected by Javanese pitungan cultural activities, external factors are most reflected by the role of groups, and group dynamics in business sustainability are most reflected in aspects of rice management.
Kata Kunci : Javanese pitungan, motivation, self-efficacy, role of groups, Good Agricultural Practices