Laporkan Masalah

ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI TERHADAP KESIAPAN APOTEKER MENGGUNAKAN TELEFARMASI DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

RUSDIYANTI, Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes. ; dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D.

2026 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi

Telefarmasi, sebagai bagian dari kesehatan digital menawarkan layanan farmasi jarak jauh untuk mengatasi keterbatasan geografis dan kekurangan apoteker. Praktik ini memberikan manfaat seperti efisiensi biaya dan peningkatan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan persepsi apoteker terhadap kesiapan menggunakan telefarmasi di Provinsi Kalimantan Timur.

Penelitian ini dilakukan secara cross-sectional dengan 374 responden yang bekerja di bidang pelayanan dan terdaftar sebagai anggota Ikatan Apoteker Indonesia Kalimantan Timur. Uji validitas mendapatkan nilai I-CVI = 1. Kemudian uji reliabilitas dengan Cronbach’s alpha untuk Item Persepsi = 0,810 dan item Kesiapan = 0,930. Pengumpulan data menggunakan kuesioner daring dari kuesioner penelitian sebelumnya yang telah di terjemahkan ke Bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan konteks lokal. Analisis disajikan dalam bentuk deskriptif dan dilanjutkan dengan uji Chi-Squaredengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 29 untuk melihat hubungan antar variabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan tinggi (35,8%), persepsi positif (43,0%), dan kesiapan tinggi (46,5%). Pengetahuan dipengaruhi oleh wilayah kerja (p=0,042), sementara persepsi dan kesiapan di pengaruhi oleh Pengalaman menggunakan layanan kesehatan digital dan durasi penggunaan layanan kesehatan digital (p<0>p=0,001), persepsi dan kesiapan (p=0,001), dan pengetahuan terhadap kesiapan (p=0,012). Apoteker di Kalimantan Timur menunjukkan tingkat pengetahuan, persepsi dan kesiapan dengan persentase yang masih rendah, mereka mau terlibat dalam praktik dan pelatihan telefarmasi, namun masih ada kekhawatiran mengenai potensi beban kerja dan isu keamanan data. Dukungan institusional dan pelatihan yang terarah sangat penting bagi keberhasilan implementasi telefarmasi Kalimantan Timur.

Telepharmacy, as part of digital health, provides remote pharmacy services to overcome geographical limitations and pharmacist shortages. This practice provides benefits such as cost efficiency and increased patient satisfaction. This study aims to analyze the relationship between pharmacists' knowledge and perception of readiness to use telepharmacy in East Kalimantan Province.

This study employed a cross-sectional design involving 374 respondents engaged in pharmaceutical services and registered members of the Indonesian Pharmacists Association (IAI) in East Kalimantan. The content validity test yielded an I-CVI value of 1. Reliability testing yielded Cronbach’s alpha values of 0.810 for the perception items and 0.930 for the readiness items. Data were collected using an online questionnaire adapted from previous studies, translated into Bahasa, and adjusted to the local context. Data analysis was conducted descriptively, and the relationships between variables were further examined using the Chi-square test in SPSS version 29.

The results showed that respondents had high levels of knowledge (35.8%), positive perceptions (43.0%), and high readiness (46.5%). Knowledge was significantly associated with work area (p = 0.042), while perceptions and readiness were influenced by experience in using digital health services and duration of digital health service use (p < 0>p = 0.001), perceptions and readiness (p = 0.001), and knowledge and readiness (p = 0.012). Pharmacists in East Kalimantan demonstrated relatively low overall levels of knowledge, perceptions, and readiness. Although they expressed willingness to engage in telepharmacy practice and training, concerns remain about potential increases in workload and data security issues. Therefore, institutional support and targeted training are crucial for the successful implementation of telepharmacy in East Kalimantan.

Kata Kunci : Pengetahuan, Persepsi, Kesiapan, Apoteker, Telefarmasi

  1. S2-2026-533306-abstract.pdf  
  2. S2-2026-533306-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-533306-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-533306-title.pdf