Analisa keuangan dan sumber pendanaan untuk pengembangan klinik Nur Hidayah Bantul menjadi Rumah Sakit Pratama
FADLINA, Tri Ermin, dr. Laksono Trisnantoro, MSc.,PhD
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatPendahuluan: Dengan terus naiknya trend kunjungan pasien rawat jalan selama 4 tahun, banyaknya kasus yang dirujuk, dan melihat kondisi kesehatan di lingkungan Kabupaten Bantul, Pengurus Klinik Nur Hidayah berencana untuk mengembangkan klinik menjadi rumah sakit umum tipe pratama yang bersifat sosial keagamaan dengan kapasitas 50 tempat tidur. Penelitian ini mempunyai 2 tujuan, pertama untuk memperoleh hasil analisis keuangan terhadap rencana investasi pengembangan klinik menjadi rumah sakit pratama dengan kapasitas 50 tempat tidur. Kedua untuk mengidentifikasi keberadaan dan kesediaan donatur kemanusiaan untuk memberikan sumbangan. Metode: Jenis penelitian ini adalah studi kasus tunggal holistik. Penelitian terdiri dari dua tahap. Tahap I meneliti kelayakan rencana pengembangan Klinik Nur Hidayah menjadi rumah sakit dari aspek keuangan dengan menggunakan analisis investasi. Tahap kedua menggunakan metode wawancara semi terstruktur untuk meneliti kesediaan donatur memberikan sumbangan. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling yang mewakili donatur perorangan, perusahaan, yayasan dan pemerintah. Selain itu juga diteliti beberapa bank syariah sebagai suatu alternatif pendanaan berupa pinjaman jangka panjang. Hasil Penelitian: Dari perhitungan analisis keuangan diperoleh nilai 1) Net Present Value (NPV)= 7,535,940,470.00; 2) Internal Rate of Return (IRR)= 20,704%; 3) Provitabitity Index (PI)= 1,86 kali; 4) Payback Period (PP)= 7 tahun 2 bulan; dan Acounting Rate of Return (ARR)= 11,75% . Perhitungan analisis sensitivitas menunjukkan nilai NPV yang positif pada taksiran optimis maupun pesimis. Hasil wawancara menunjukkan hanya ada satu responden yang bersedia memberi bantuan peralatan medis seharga Rp 1,5 juta. Ada 3 responden yang menyatakan bersedia untuk mengusahakan tetapi tidak bisa menjamin keberhasilannya. Ada 2 responden perorangan dan 1 perusahaan yang bersedia memberikan saham dan 4 responden dalam bentuk pinjaman jangka panjang. Kesimpulan: Rencana investasi untuk pengembangan klinik Nur Hidayah menjadi rumah sakit pratama layak ditinjau dari aspek keuangan dan memiliki tingkat resiko yang rendah. Potensi diperolehnya sumber dana dari donatur kemanusiaan sangat kecil. Peluang terbesar adalah pinjaman. Apabila dimungkinkan perubahan menjadi bentuk “Perseroan Terbatasâ€, sumber dana dari saham dapat dipertimbangkan.
Background: Increasing trend of outpatient visit in the past 4 years, growing number of referral cases, and considering health condition at Bantul District, the management of Nur Hidayah Clinic plans to develop the clinic to become religion primary general hospital with 50 bed capacity. Objective: The study had 2 objectives; first, to conduct financial analysis result of investment plan to develop the clinic to be a primary hospital with 50 bed capacity; secondly, to identify availability and willingness of humanitarian donors to provide funding. Method: This study used a single holistic case study design. It consisted of two phases. Phase I analyzed the feasibility of Nur Hidayah Clinic development plan to become a hospital using financial investment analysis. Phase II analyzed willingness of donor to provide donation through semi structured interview method. Samples were purposively taken, consisting of individual donors, companies, foundations and government. Some syariah banks were also analyzed as the funding alternative in the form of long term loan. Result: Result of financial analysis calculation showed 1) Net Present Value (NPV)= 7.535.940.470,00; 2) Internal Rate of Return (IRR=20.704%; 3) Profitability Index (PI)=1.86 times; 4) Payback Period (PP)=7 years 2 months; and 5) Accounting Rate of Return (ARR)=11.75%. Sensitivity analysis calculation showed NPV positive value with both optimistic and pessimistic estimation. Interview result showed that there was only 1 respondent willing to give medical instrument assistance at the cost of Rp 1.5 million. There were 3 respondents willing look for donation but could not guarantee it success. There were 2 individual donors and 1 company willing to give shares and there were 4 respondents willing to give long term loan. Conclusion: Investment plan to develop Nur Hidayah Clinic to become primary hospital was financially feasible and had low risk level. Potential of having fund resources from humanitarian donor was very small. The biggest possibility was asking for loan. If organizational change to be a Registered Companies, fund resources from shares could be considered.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Pengembangan Klinik,Sumber Pendanaan