ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BEBERAPA JENIS TANAMAN HUTAN UNTUK REHABILITASI KAWASAN Studi Kasus di Sub Sub Das Kedung Gedang Sub Das Oyo Das Opak
BOWO SURATMANTO, Drs. Senawi, M.P
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANMeningkatnya kebutuhan dan persaingan dalam penggunaan lahan baik untuk keperluan kehutanan maupun untuk keperluan yang lain memerlukan pemikiran yang seksama dalam mengambil keputusan pemanfaatan yang paling mneguntungkan dari sumberdaya lahan yang terbatas. Sementara itu juga perlu dilakukan tindakan konservasi untuk penggunaan masa datang. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung atau potensi alami yang dimiliki oleh lahan akan menurunkan tingkat kesanggupan lahan dalam memberikan hasil terhadap berbagai jenis penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat kesesuaian lahan dari lima jenis tanaman hutan, yaitu Sengon Laut (Paraserianthes falcataria), Jati (Tectona grandis), Formis (Acacia auriculiformis), Mahoni (Swieienia macrophylla), dan Kayu Putih (Melaleuca leucadendron), dengan studi kasus di Sub Sub Das Kedung Gedang Sub Das Oyo Das Opak. Penelitian dilakukan dengan cara matching yaitu mencocokkan antara persyaratan tumbuh kelima jenis tanaman hutan dengan kualitas dan karakteristik lahan. Persyaratan tumbuh kelima spesies mengacu pada CSR/FAO Staff dan Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan yang dibuat oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor. Pengolahan dan analisis data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan untuk kelima jenis tanaman tidak ada yang termasuk kelas kesesuaian SI, dengan faktor penghambat: ketersediaan air, media perakaran, retensi hara dan kelerengan. Hal tersebut menunjukkan bahwa daerah penelitian termasuk daerah kritis dengan keadaan lahan yang terdegradasi berat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesesuaian lahan beberapa jenis tanaman hutan sebagai bahan rekomendasi untuk rehabilitasi kawasan, dengan rincian untuk Formis seluas 6.001,3 Ha (34,6%), Kayu Putih seluas 5.903,2 Ha (32,1%), Mahoni seluas 3.371,8 Ha (19,5%), Sengon Laut seluas 1.965,2 Ha (11,3%), dan Jati seluas 75,9 Ha (0,5%).
The increasing need and competition for land uses, either for forestry or other interests, require careful and thorough consideration in the decision making of the most beneficiary of limited sources and eventually determine the conservative measures for land use in the future. The land use, which is inappropriate with land capability or the natural potential of the land, will reduce the ability of land in producing beneficiary results and various uses. The study was aimed to determine the level of land suitability of Sengon Laut (Paraserianlhes falcalaria), Teak ( Teclona grandis), Formis ( Acacia auriculiformis ), Mahoni ( Swietenia macrophylla ), and Kayu Putih { Melaleuca leucadendron) in Kedung Gedang Sub Sub Let Oyo Sub Let Opak Watershed. The study was carried out by matching the growth requirements of the forest trees with the quality and characteristic of land . The matching method refers to CSR/ FAO Staff and Land Evaluation Manual (Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan) by Soil Research and Agroclimate Institution, Bogor (Pusat Penelitian Tanah dan A.groklimat, Bogor). The analysis and spatial data processing was applied by using Geographical Information System. The result of the study showed that there was no land that can be classified into SI . This is due to water availability, rooting media, nutrition retention, and slope. Furthermore, the results showed that the land is categorized into the critical area with severe degradation. Based on the results, it was obtained that land suitability of several types of forest trees can be used as the recommendation for the rehabilitation area. In detail, the forest trees followed by the area for rehabilitation are as follow: Formis with 6,001.3 Ha (34.6%), Kayu Putih with 5,903.2 Ha (32.1%), Mahoni with 3,371.8 Ha (19.5%), Sengon Laut with 1,965.2 Ha (11.3%), and Teak with 75.9 Ha (0.5%), and respectively
Kata Kunci : kesesuaian lahan, hutan, dan rehabilitasi