Laporkan Masalah

Navigating Technical Knowledge Gaps in IT Onshoring: Phenomenological Insights From DBS Indonesia

Afan Rizqi Handana, Rocky Adiguna, S.E., M.Sc., Ph.D

2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

IT onshoring telah menjadi pendekatan strategis bagi organisasi multinasional yang berupaya meningkatkan kontrol, efisiensi, dan keselarasan dalam pengembangan serta operasional teknologi. Namun, pengalihan tanggung jawab dari unit regional atau global ke tim lokal sering kali mengungkap adanya kesenjangan dalam pengetahuan teknis, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kesenjangan pengetahuan teknis dialami, dipahami, dan dikelola dalam inisiatif IT onshoring, khususnya dalam konteks DBS Indonesia.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis untuk menangkap pengalaman hidup para praktisi yang terlibat langsung dalam proyek IT onshoring. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan partisipan dari berbagai tingkat organisasi, termasuk manajemen senior, manajemen menengah, dan staf teknis. Analisis difokuskan pada persepsi partisipan terhadap pengetahuan teknis, perannya dalam pengambilan keputusan manajerial, kolaborasi antara pemangku kepentingan teknis dan non-teknis, serta pengaruhnya terhadap hasil

proyek.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan teknis berfungsi sebagai enabler fundamental dalam proyek IT onshoring. Meskipun kapabilitas manajerial dan koordinasi merupakan hal yang penting, keterbatasan pemahaman teknis di kalangan pengambil keputusan sering kali mengakibatkan penilaian kelayakan yang tidak akurat, gangguan komunikasi, keterlambatan proyek, serta meningkatnya risiko operasional. Studi ini juga menyoroti pentingnya pembelajaran berkelanjutan, berbagi pengetahuan yang terstruktur, serta keberadaan peran-peran yang mampu menerjemahkan kompleksitas teknis ke dalam bahasa yang relevan secara bisnis.

Penelitian ini berkontribusi pada literatur IT onshoring dengan menawarkan wawasan fenomenologis mengenai bagaimana kesenjangan pengetahuan teknis muncul dalam praktik. Dari perspektif manajerial, temuan ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperkuat literasi teknis pada tingkat manajerial, memformalkan mekanisme berbagi pengetahuan, serta meningkatkan koordinasi antara tim regional dan lokal untuk meningkatkan efektivitas inisiatif IT onshoring.

This study examines how managers and IT professionals experience and navigate technical knowledge gaps within an IT onshoring initiative at DBS Bank Indonesia. As Indonesian banks accelerate digital transformation, IT onshoring has emerged as a strategic response to strengthen local control, regulatory compliance, and technological capability. However, the transfer of operational responsibility is often not accompanied by full internalization of technical knowledge, creating a gap between formal accountability and actual capability.

Adopting a qualitative phenomenological approach, this research explores the lived experiences of managers and IT professionals involved in IT onshoring projects within the Institutional Banking Group of DBS Indonesia. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis to capture shared patterns of meaning related to decision making, learning, autonomy, and dependency. The study is grounded in the Knowledge-Based View, positioning technical knowledge as a strategic resource that shapes managerial judgment and organizational capability.

The findings reveal that participants frequently experience strategic responsibility without full technical control, leading to decision making under conditions of partial capability. Capability development largely occurs through experiential exposure to operational issues rather than through structured knowledge transfer mechanisms. These conditions generate tensions between short-term project delivery demands and the long-term goal of building sustainable local IT capability. Autonomy is experienced not as a formal organizational attribute but as an outcome contingent on the availability of technical understanding and decision authority.

This study contributes to strategic management literature by highlighting the experiential dimension of capability development in IT onshoring. Practically, it underscores the importance of aligning responsibility, knowledge internalization, and managerial judgment to realize the strategic potential of IT onshoring initiatives in digital banking environments.

Kata Kunci : IT onshoring, pengetahuan teknis, pengambilan keputusan, fenomenologi, kesenjangan pengetahuan, technical knowledge, managerial decision making, capability development, phenomenological study

  1. S2-2026-530185-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530185-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530185-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530185-title.pdf