Identifikasi Kerusakan Bangunan Pasca Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Palu Menggunakan You Only Look Once Segmentation 11 (YOLOSeg11) pada Citra WorldView-2
YUNIFAR SUSANTO. D. MADUSILA, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. ; Dr. Iswari Nur Hidayati. S.Si., M.Sc.
2026 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh
Indonesia
menjadi salah satu negara rawan bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami. Kota
Palu tanggal 28 September 2018, menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang
terdampak gempa bumi yang dahsyat dengan kekuatan 7.4 SR yang menyebabkan
bencana sekunder lainya seperti tsunami dan likuifaksi. Pemetaan dan penilaian
bangunan rusak pasca bencana sangat penting dalam respon tanggap darurat,
terutama area perkotaan yang padat dimana banyak korban tertimpa oleh bangunan
rusak. Metode penginderaan jauh berbasis deep learning seperti YOLOSeg11
dapat menjadi solusi dalam melakukan pemetaan dan juga penilaian bangunan rusak
pasca bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah, (1) melakukan deteksi,
segmentasi, dan klasifikasi objek bangunan rusak pasca bencana Palu 2018
menggunakan model YOLOSeg11 dengan data latih xView2 pada citra WorldView-2
pasca bencana, (2) melakukan evaluasi performa model, dan (3) menganalisis
hubungan korelasi antara bentuk geometris bangunan dan tingkat kerusakanya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Object Based Image
Analysis (OBIA) berbasis deep learning Convolutional Neural
Network (CNN), untuk melakukan deteksi, segmentasi dan klasifikasi dalam
satu tahap. Penelitian ini menguji tiga model konfigurasi data latih, dengan
dua skenario, menggunakan data multibencana tanpa dan penambahan data lokal, serta
data bencana yang relevan, yang dibagi kedalam 4 dan 2 kelas kerusakan. Uji statistik Kruskal-Wallis H dan Dunn’s
test digunakan untuk menganalisis pengaruh bentuk geometris bangunan
terhadap tingkat kerusakan.
Hasil penelitian menunjukan, model
mampu melakukan inferensi deteksi, segmentasi dan klasifikasi objek bangunan
rusak pada citra WorldView-2 seluas 397.566 ha dalam waktu 0.58 menit
menggunakan GPU RTX 3050 6GB. Secara keseluruhan, evaluasi performa deteksi
model pada precision dan recall belum optimal pada confidence
threshold yang tinggi, performa terbaik pada model yang menggunakan data
latih multibencana dengan penambahan data lokal pada skenario 2 model 1 (4
kelas), dan 2 (2 kelas) dengan confidence yang rendah, model 3 gagal
mendeteksi objek pada seluruh nilai confidence. Segmentasi ketiga model
menghasilkan mIoU > 0.65 dengan performa terbaik pada skenario 2 model 1 dan
2. Klasifikasi menunjukan akurasi > 0.90, namun akurasi perkelas bangunan
rusak rendah, karena recall kecil dan bias terhadap kelas bangunan utuh.
Validasi hasil lapangan juga menunjukan skenario 2 model 1 dan 2 mencapai
akurasi > 0.60. secara keseluruhan menggunakan data latih multibencana
dengan tambahan data lokal lebih direkomendasikan. Namun, tanpa tambahan data
lokal juga dapat digunakan pada kondisi tanggap darurat ketika dala lokal belum
tersedia. Hasil uji stastistik menunjukan bentuk topologi geometris bangunan
mempunyai pengaruh pada tingkat kerusakan, terutama pada bentuk geometris tidak
beraturan dengan p-value 0.001, sehingga desain tapak bangunan yang
lebih beraturan lebih direkomendasikan pada desain bangunan tahan gempa.
Indonesia
is one of the countries most prone to natural disaster, particulary earthquakes
and tsunami. On 28 September 2018, the city of Palu experienced ad devastating
7.4 Mw earthquake that triggered secondary hazards including a tsunami and
liquefaction. Rapid mapping and assessment of buildings damage are crucial for
effective emergency response, especially in densely populated urban areas where
many victims were trapped under collapse structures. Remote sensing methods
based on deep learning, such as YOLOSeg11, offer a potential solution for rapid
and automated post disaster damage assessment.The objectives of the study are,
(1) to perform detection, segmentation, and classification of damaged buildings
after the 2018 Palu disaster using the YOLOSeg11 model trained with xView2 data
on post disaster WorldView2 imagery, (2) to evaluate the model’s performance,
and (3) to analyze the correlation between building geometrics topology and
damage levels. The method applied is Object-Based Image Analysis (OBIA) using a
deep learning Convolutional Neural Network (CNN) capable of performing
detection, segmentation, and classification in a single stage. Three model
congfiguration were tested under two training scenarios usin multi hazard data,
with and without local augmentation, as well as relevant disaster data
oversampled through augmentation. Statistical analysis using Kruskall-Wallis H
and Dunn’s Test were conducted to assess the influence of building geometrics
forms on damage severity.
The results show that the model
successfully performed detection, segmentation, and classification across
397.566 ha of WorldView-2 imagery within approximately 7 minutes usin an RTX
3050 GPU. Overall, detection performance in terms of precision and recall was
not optimal at high confidence threshold, with the best results obtained from
multi hazard models enhanced with local training data model 1 and model 2,
scenario 2 at lower confidence threshold. Model 3 failed to detect buildings at
all confidence levels. All models achieved segmentation performance of mIoU
> 0.65, with the most stable results observed in model 1 and model 2 under
scenario 2. Classification accuracy exceeded 0.90 overall, but per-class
accuracy for damaged buildings remained low due to poor recall and strong bias
toward the no-damage class. Field survey validation further showed that model 1
and model 2 under scenario 2 achieved accuracies above 0.60. Overall, multi
hazard trining data supplemented with local samples is recommended, although
models without local data can still be applied during emergency response when
local data are unavailable. Statistical results also indicate that buildings
geometric topology influences damage severity, particularly for irregular
buildings shapes, with p-value 0.001, suggesting that more regular buildings
footprints are preferable in earthquake resistant design.
Kata Kunci : Identifikasi Bangunan rusak, Gempa Palu 2018, YOLOv11, Deep learning, WorldView-2.