Laporkan Masalah

KAJIAN POTENSI MATA AIR UNTUK KEBUTUHAN AIR DOMESTIK ( Studi Kasus Di Sekitar Hutan Pinus RPH Pagergunung BKPH Ambarawa KPH Kedu Utara Kabupaten Magelang Jawa Tengah )

T. HERI WIBOWO, Ir. Sri Astuti Soedjoko; Ir. Supriyandono, M.Sc.

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Air merupakan salah satu komponen alam yang keberadaanya dirasakan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan manusia. Perkembangan jumlah penduduk yang terns meningkat akan mengiringi peningkatan jumlah kebutuhan sumber daya alam khususnya air. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk menghitung potensi mata air secara kuantitatif dan kualitatif 2. Untuk mengetahui faktor sosial masyarakat yang diduga berpengaruh terhadap kebutuhan air serta menghitung dan memperkirakan besamya kebutuhan air domestik. Untuk mengetahui potensi mata air secara kuantitatif dilakukan pengukuran dengan metode velocity area, volumetrik dan weir. Kualitas air didapatkan dari analisis sampel air di laboratorium kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku untuk menganalisis kelayakan air minum. Untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap kebutuhan air rumah tangga dilakukan analisis regresi linier berganda. Kebutuhan air domestik diketahui dengan menghitung jumlah kebutuhan air pelanggan PDAM dan kuisioner. Jumlah total debit air yang dialirkan oleh mata air pada bulan September (musim kemarau) mencapai 338,3426 liter/detjk. Secara kualitatif mata air mempunyai kualitas yang baik dan sesuai dengan bat^s yang ditentukan untuk air minum. Berdasarkan analisis regresi linier berganda faktor jumlah anggota keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kebutuhan air keluarga yang pada akhimya akan berpengaruh pula terhadap kebutuhan air domestik. Kebutuhan air domestik pada akhir Juni 2002 untuk Kecamatan Grabag sebesar 139,911 liter/detik dan untuk Kecamatan Ngablak sebesar 47,649 liter/detik sehingga total kebutuhan air mencapai 187,560 liter/detik dan sampai pada tahun 2010 kebutuhan total air diperkirakan mencapai 192,306 liter/detik. Dari penelitian ipi disimpulkan bahwa potensi mata air secara kuantitatif dan kualitatif mampu menpukupi kebutuhan air domestik dengan rasio antara kebutuhan dan ketersediaan air sebesar 55,43 % termasuk mendekati titik kritis, maka perlu dilakukan upaya konservasi dan pengelolaan hutan yang lebih baik sehingga hutan tetap berfungsi sebagai daerah pesapan yang mampu menyimpan air.

Water is one of the natural components which it’s existence is very important to human needs. The increasing population rate will continue to rise as the natural resources demand (especially water) will also increase. The purposes of the study are a), to calculate the quality and quantity of spring water potential and b). to determine the social factors which influence water demand and eventually calculate and predict the domestic water demand. Spring water potential was calculated by using velocity area, volumetric and weir method. The quality of the water was compared with the standard quality for liable drinking water. Social factors which influence the household water demand were determined by using double linier regression analysis. Domestic water demand was determined by calculating water demand of PDAM’s subscribers and by using questionnaire. Total water debit from spring water in September (dry season) was up to 338,4426 litre/second. Spring water was classified good quality based on standard for liable drinking water. Statistically, the number of family member was the significant factor for household water demand and eventually would influence domestic water demand. Domestic water demand in the end of June, 2002 for Grabag and Ngablak district were 139,911 litre/second and 47,649 litre/second respectvely and the total water demand was 187,560 litre/second. In 2010 total water demand is predicted to reach 192,306 litre/second. Finally, it can be concluded that the quality and quantity of spring water are able to fulfill the domestic water demand with the 55,43 % ratio between supply and demand, including critical point, therefore conservative measures and better forest management are required in order to maintain the function of forest as water storage.

Kata Kunci : air, mata air, kebutuhan air.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf