Laporkan Masalah

ANALISIS HUBUNGAN SUBSTITUSI-KOMPLEMENTER MINYAK KEDELAI DAN MINYAK BUNGA MATAHARI TERHADAP EKSPOR MINYAK MENTAH KELAPA SAWIT (CPO) INDONESIA KE INDIA

Anggita Putri Maharani, Diyah Putriani, M.Ec., Ph.D.

2026 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Minyak mentah kelapa sawit atau CPO merupakan komoditas ekspor strategis Indonesia, dengan India sebagai salah satu pasar tujuan utama. Namun, dinamik pasar minyak nabati global, terutama perubahan harga minyak kedelai dan minyak bunga matahari dapat menggeser preferensi impor di India dan pada akhirnya memengaruhi volume ekspor CPO Indonesia ke India. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan substitusi-komplementer harga minyak kedelai dan minyak bunga matahari terhadap volume ekspor CPO Indonesia ke India, serta menguji pengaruh variabel kontrol berupa harga CPO internasional, nilai tukar riil efektif Indonesia, suku bunga kebijakan (BI Rate), dan dummy pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan data sekunder bulanan periode 2014M1 hingga 2024M12 dan diestimasi dengan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) serta Error Correction Model (ECM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa harga minyak kedelai dan minyak bunga matahari berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume ekspor CPO, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga mengindikasikan hubungan substitusi. Selain itu, harga CPO internasional dan nilai tukar riil efektif Indonesia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume ekspor CPO. BI Rate berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka pendek, namun tidak signifikan dalam jangka panjang. Variabel dummy COVID-19 menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan harga minyak nabati global dan stabilitas variabel kontrol untuk menjaga daya saing ekspor CPO Indonesia di pasar India.

Crude palm oil (CPO) is one of Indonesia’s strategic export commodities, with India as a major destination market. However, dynamics in global vegetable oil markets, particularly changes in soybean oil and sunflower oil prices, may shift import preferences in India and, in turn, affect Indonesia’s CPO export volume to India. This study examines the substitution-complementarity relationship between soybean oil and sunflower oil and Indonesia’s CPO export volume to India, while controlling for the international CPO price, Indonesia’s real effective exchange rate, the policy interest rate (BI Rate), and a COVID-19 dummy variable. Using monthly data from 2014M1 to 2024M12, the model is estimated with the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) approach and an Error Correction Model (ECM). The results indicate that soybean oil and sunflower oil prices have positive and statistically significant effects on CPO export volume in both the short run and the long run, suggesting a substitution relationship. In addition, the international CPO price and Indonesia’s real effective exchange rate have negative and significant effects on export volume. The BI Rate is negative and significant in the short run but insignificant in the long run, while the COVID-19 dummy is insignificant. These findings highlight the importance of monitoring global vegetable oil prices and maintaining control variable stability to sustain Indonesia’s CPO export competitiveness in the Indian market.

Kata Kunci : CPO, volume ekspor, India, minyak kedelai, minyak bunga matahari, substitusi-komplementer, ARDL, ECM.

  1. S1-2026-495026-abstract.pdf  
  2. S1-2026-495026-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-495026-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-495026-title.pdf