Nilai anak dalam keluarga terhadap penggunaan kontrasepsi pria di Kabupaten Purworejo
SUPRANOTO, Sudarmi, dr. Siswanto Agus Wilopo, SU.,M.Sc.,ScD
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Penggunaan kontrasepsi pria di Indonesia memiliki prevalensi yang paling rendah dibanding dengan negara-negara berkembang lainnya. Menurut SDKI 2002/2003 pengguna kontrasepsi pria hanya 3 persen, sedangkan di Kabupaten Purworejo peserta KB baru pria tahun 2003 dan sampai dengan Juli 2004 adalah 580 peserta, jauh lebih rendah dibanding peserta KB wanita sejumlah 86.310. Nilai anak dalam keluarga merupakan perwujudan pandangan orang tua sebagai respon emosional terhadap anak yang dimiliki. Informasi nilai anak dapat dijadikan salah satu alat penunjang strategi pendekatan KB. Sehingga keinginan mempunyai atau menambah anak perlu suatu perencanaan dan keputusan yang matang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan nilai anak dalam keluarga yang dipersepsi oleh suami terhadap penggunaan kontrasepsi pria di Kabupaten Purworejo. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan kasus control. Sampel adalah suami yang menggunakan kontrasepsi pria. Penelitian ini menggunakan sampel masing-masing sebesar 110 orang kasus dan 110 orang kontrol. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji chi-square dan pemodelan regresi logistik. Lokasi penelitian di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Hasil: Pada analisis bivariabel maupun multivariabel dengan 6 model regresi logistik, terlihat hasil yang konsisten yaitu ada hubungan bermakna antara nilai anak dalam keluarga yang dipersepsi lebih negatif oleh suami dengan penggunaan kontrasepsi pria. Variabel lain yang mempunyai hubungan bermakna dengan penggunaan kontrasepsi pria adalah umur isteri. Kesimpulan: Dua faktor yang berperan terhadap penggunaan kontrasepsi pria adalah nilai anak dalam keluarga yang dipersepi lebih negatif oleh suami dan umur isteri.
Background: The use of male contraception in Indonesia has the lowest prevalence among other developing countries. According to Indonesian Demographic Health Survey (IDHS) 2002/2003 users of male contraception are 3 percent, where as in Purworejo District the number of new male family planning participants in 2003 to July 2004 are 580 participants, much lower than female participants, that are 86,310 participants. Value of children in the family is a reflection of parents' view as their emotional response to children they have. Information about value of children can be used as a strategy to family planning approach so that desire to have children needs a thorough planning and decision. Objectives: The study was to know the relationship between value of children in the family as perceived by husbands toward male contraceptive use at Purworejo District. Methods: The study was a observational type using case control design. The sample were husband’s using male contraception (condom or vasectomy). The study used 110 samples of case and 110 samples of control. Chi-square test and logistic regression performed to analyze quantitative data. This research was located in the Purworejo district, Centre of Java. Results: The analysis of bivariable and multivariable with 6 logistic regression models showed that the result was consistent; there was a significant relationship value of children in the family who husbands’ perception more negative with male contraceptive use. Other variable having significant relationship with male contraceptive use was age of wife. Conclusion: Two factor influenced toward male contraceptive use were value of children in the family who husbands’ more negative perception and age of wife.
Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi,Kontrasepsi Pria