Laporkan Masalah

PEMANFAATAN KELIT BIJI METE GLONDONG UNTUK PAPAN KERAPATAN SEDANG DENGAN CAMPURAN PASAHAN KAYU SENGON

JUDIN PURWANTO, Prof. Dr. Ir . TA. Prayitno

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Limbah kulit biji mete glondong setelah diekstrak (diambil) CNSL-nya selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar saja, padahal potensinya cukup besar. Papan partikel adalah salah satu altematif untuk meningkatkan nilai limbah kulit biji mete glondong sebagai sumber pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan berat partikel kulit biji mete glondong dengan pasahan sengon dan jumlah perekat fenol fonnaldehida terhadap sifat-sifat papan partikel yang dihasilkan. Bahan penelitian berupa limbah kulit biji mete glondong dari sisa proses ekstraksi CNSL, limbah pasahan kayu sengon, perekat fenol formaldehida - 302 dari PT. PAI di Probolinggo. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu perbandingan berat partikel kulit biji mete glondong dengan pasahan kayu sengon (12,5 : 87,5%, 25 : 75%, 37,5 : 62,5%, dan 50 : 50%) dan jumlah perekat (2%, 4% dan 6%) dari berat partikel. Parameter yang diuji adalah kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, penyerapan air, keteguhan tekan sejajar permukaan papan, modulus elastisitas, modulus patah dan kekuatan rekat internal papan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor interaksi perbandingan berat partikel berpengaruh nyata terhadap penyerapan air (66,570%), keteguhan tekan sejajar permukaan papan (16,364Kg/cm“ ) dan kekuatan rekat internal (0,785Kg/cm2 ) papan. Interaksi terbaik semuanya teijadi pada perlakuan berat partikel kulit biji mete sebesar 50% dari berat papan dengan perekat sebesar 6% dari berat papan. Faktor perbandingan berat partikel berpengaruh nyata terhadap sifat fisika tetapi tidak berpengaruh pada sifat mekanika papan. Semakin tinggi berat kulit biji mete glondong maka nilai kerapatan papan semakin tinggi tetapi nilai pengembangan tebal papan semakin rendah. Faktor jumlah perekat fenol formaldehida berpengaruh nyata terhadap sifat-sifat papan. Semakin tinggi jumlah perekat yang digunakan maka nilai kadar air dan keteguhan lengkung statis papan semakin tinggi tetapi nilai pengembangan tebal papan semakin rendah. Secara umum sifat fisika papan dari kulit biji mete dengan campuran kayu sengon ini telah memenuhi standar namun sifat mekanikanya belum memenuhi standar papan baik menurut menurut FAO (1958) maupun Commercial Standard (CS 236-66).

Kata Kunci : papan, kulit biji mete glondong, kayu sengon, perekat fenol formaldehida

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf