Laporkan Masalah

Understanding the Diversity of Parrots and Local Communication Patterns to Raise Awareness About Their Conservation in Maluku, Indonesia

Dwi Agustina, Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si

2026 | Tesis | S2 Biologi

Burung paruh bengkok merupakan salah satu burung yang paling populer dalam perdagangan satwa liar, namun komunikasi mengenai burung ini dalam regulasi satwa liar masih terbatas. Terkait dengan masalah ini, penelitian ini berfokus pada pemahaman keragaman dan pola komunikasi lokal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran di antara para pemangku kepentingan dan masyarakat setempat guna mengurangi perdagangan burung paruh bengkok ilegal di Maluku, khususnya di Pulau Ambon dan Seram. Penelitian ini dilakukan antara Januari 2024 – Desember 2025, dengan metode campuran data kualitatif dan kuantitatif, melalui observasi, deskripsi, dan penjelasan korelasi antar variabel. Metode penta helix digunakan sebagai model inovatif yang menghubungkan akademisi, praktisi, masyarakat, otoritas pemerintah, dan media sebagai informan dan responden. Perangkat lunak NVivo dan Miradi digunakan untuk menganalisis strategi pengelolaan konservasi untuk melestarikan dan melindungi burung paruh bengkok dan kakatua liar di Indonesia, menggunakan studi kasus Perkumpulan Konservasi Kakatua Indonesia (KKI). Data yang diperoleh adalah 1.842 informan dan 1.012 responden dengan kategori: 37,4% akademisi, 9,5% anggota masyarakat, dan 28,1% mahasiswa. Tercatat 27 spesies burung paruh bengkok yang disita oleh BKSDA Maluku. Uji regresi multivariat menunjukkan tidak ada multikolinearitas antara jumlah burung sitaan dengan status terancam dan endemik (kolinearitas = 0,818 & VIF = 1,223). Analisis NVivo mencerminkan keberhasilan strategis konservasi yang dicapai melalui kombinasi program berbasis bukti, komunikasi intensif, dan program berkelanjutan melalui berbagai pendekatan holistik. Rencana strategis konservasi dibentuk dengan perangkat lunak Miradi yang melibatkan masyarakat setempat dan menciptakan titik intervensi dari faktor rantai dari konsep konservasi. Hasilnya, masyarakat Huaulu setuju untuk melestarikan hiasan kepala bulu burung kakatua, dan menyumbangkan enam mahkota untuk dilestarikan, yang disimpan dalam kotak kering di rumah tradisional Baileo. Uji koefisien korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara variabel peningkatan kesadaran dan pola komunikasi pendekatan tindakan konservasi, dengan korelasi kuat (0,973) dan signifikansi (0,973). Perdagangan burung internasional tidak hanya menargetkan burung hidup, tetapi juga bulu spesies tertentu. Penelitian ini mengungkap pola komunikasi dan membangun strategi konservasi yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan pengurangan perdagangan ilegal burung paruh bengkok di Maluku.

Parrots are one of the most popular birds on wildlife trade but there are limited communication on them in wildlife regulations. Related to this problem, this research focuses on understanding the diversity and local communication patterns that can be applied to increase awareness among stakeholders and local communities for decrease the illegal parrot trade in Maluku, especially in Ambon and Seram Islands. The research was conducted between January 2024 – December 2025, with mixed methods of qualitative and quantitates data, by doing observation, description, and explain correlations between each variable. Penta helix method was used as an innovative model that connects academics, practitioners, communities, government authorities, and media as informant and respondent. NVivo and Miradi software were used for analysis of the conservation management strategies to preserve and protect the wild parrots and cockatoos in Indonesia, using the Perkumpulan Konservasi Kakatua Indonesia (KKI) study case. The data obtained were 1,842 informants and 1,012 respondents with categories: 37.4?ademics, 9.5% community members, and 28.1% students. Recorded were 27 species of parrots confiscated by BKSDA Maluku. The multivariate regression test indicated no multicollinearity among the number of confiscated birds with threat and endemic status (collinearity = 0.818 & VIF = 1.223). NVivo Analysis reflected conservation strategic successes achieved by combination of evidence-based programs, intensive communication, and sustainable programs through various holistic approaches. A conservation strategic plan was formed with the Miradi software involving local communities and created intervention points of chain factors from the conservation concept. In result, the Huaulu people agreed to preserve the cockatoo feather headwear, and donated six crowns for preservation, which are stored in a dry box in the Baileo traditional house. The correlation coefficient spearman test showed that there was significant correlation between variables for raising awareness and communication patterns approaches of conservation actions, with strong correlation (0.973) and significance (0.973). International bird trade does not only target live birds, but also the feathers of certain species. This research revealed communication patterns and built conservation strategies that can significantly contribute to successful reduction of the illegal parrot trade in Maluku.

Kata Kunci : awareness, communication, conservation, illegal wildlife trade, parrots

  1. S2-2026-530838-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530838-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530838-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530838-title.pdf