Laporkan Masalah

Respons masyarakat korban gempa terhadap transitional shelter dikecamatan Imogiri kabupaten Bantul dan kecamatan Ganti Warno kabupaten Klaten

Poppy Yuanita, Drs. Tukiran, M.A.

2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Gempa bumi yang terjadi di Provinsi D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tanggal 27 Mei 2006 telah mengakibatkan ratusan ribu rumah rusak. Salah satu bantuan yang sangat dibutuhkan oleh para korban gempa bumi selain makanan dan obat-obatan adalah ketersediaan tempat tinggal sementara. Tempat tinggal sementara (transitional shelter) bermanfaat untuk mengakomodasi aktivitas keseharian korban gempa sebelum dilakukan pembangunan rumah permanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons masyarakat korban gempa terhadap tansitional shelter yang telah dibangun di Kecamtan Imogiri dan Gantiwarno. Respons terhadap transitional shelter dipengaruhi oleh kualitas bangunan dan faktor sosial seperti lama tinggal dan jumlah anggota rumah tangga. Data yang digunakan adalah Survei Evaluasi Transitional Shelter Pascagempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan CHF Internasional Indonesia. Respons masyarakat korban gempa di Kecamatan Imogiri tidak terlalu berbeda dengan respons di Kecamatan Gantiwarno. Transitional shelter direspons baik oleh 79,6 persen masyarakat di Kecamatan Imogiri dan 56,3 persen masyarakat di Kecamatan Gantiwarno. Respons sedang diberikan oleh 17,9 persen masyarakat Kecamatan Imogiri dan 37,4 persen masyarakat Kecamatan Gantiwarno. Sedangkan masyarakat yang memberikan respons buruk terhadap transitional shelter hanya 1,8 persen di Kecamatan Imogiri dan 5.4 persen di Kecamatan Gantiwarno. Transitional shelter secara umum mampu memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan tenda. Dengan tinggal di transitional shelter korban gempa dapat segera memulai aktivitas hariannya sementara rumah permanen dibangun

The earthquake occured in D.I Yogyakarta province and certain part of Central Java on May 27, 2006 had caused hundred houses tear down. A lot of help needed to house the victims like food, medicine and temporary shelter (transitional shelter). The transitional shelter is needed to accomodate the victim's daily activity before their permanent house is rebuild. This research is aim to understand the community response to the transitional shelter in Imogiri and Gantiwarno. The response to the transitional shelter is affected by the quality of the building and social factors like how long they lived in and the number of the household. The data is used from Survey on The Evaluation of the Impact of Transitional Shelter Assistance in D.I Yogyakarta and Central Java that is held by Center for Policy and Population Study working together with Community Habitat Finance (CHF). The response of victims in Imogiri is not too different with the response of victims in Gantiwarno. About 79,6 percent victims in Imogiri and 56,3 percent victims in Gantiwarno gave a positive response. The average response is given by 17,9 percent victims in Imogiri and 37,4 percent victims in Gantiwarno. There is only 1,8 percent victims in Imogiri and 5.4 percent victims in Gantiwarno gave a negative response. Generally, the transitional shelter is able to give protection for the victims better than a tent. By living in the transitional shelter, the victims could do their daily activities as usual while their house is rebuild.

Kata Kunci : : gempa, respons, transitional shelter,earthquake, response, transitional shelter

  1. S1-2008-167220-abstract.pdf  
  2. S1-2008-167220-bibliography.pdf  
  3. S1-2008-167220-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2008-167220-title.pdf