Laporkan Masalah

Hubungan infeksi malaria dengan status gizi Balita di daerah endemis malaria Kabupaten Purworejo

MUDA, Nurhadi, dr. Siswanto Agus Wilopo, SU.,M.Sc.,ScD

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Gambaran kesehatan anak di Indonesia ditandai dengan masih tingginya angka kejadian penyakit infeksi dan gangguan gizi. Infeksi malaria mempunyai hubungan yang erat dengan status gizi pada anak balita karena parasit malaria menyerang dan menghancurkan sel-sel darah merah. Di Kabupaten Purworejo angka kejadian malaria pada anak balita tahun 2001 sekitar 8,11 persen dengan API 29,6 perseribu penduduk, sedangkan anak balita yang mengalami status gizi kurang dan gizi buruk adalah sekitar 8,9 persen. Tujuan Penelitian: Untuk mengkaji hubungan antara infeksi malaria dengan keadaan status gizi balita di Kabupaten Purworejo. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah anak balita yang berumur antara 13 bulan sampai 59 bulan yang bertempat tinggal di wilayah endemis malaria. Jumlah subjek penelitian sebanyak 100 anak balita. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Status gizi balita diukur dengan memakai indeks berat badan menurut umur berdasarkan baku WHO-NCHS dengan perhitungan nilai z-score. Analisis data meliputi analisis univariabel, analisis bivariabel dan analisis multivariabel dengan tingkat kemaknaan α =0,05. Hasil : Pada analisis bivariabel maupun multivariabel terlihat hasil yang konsisten yaitu ada hubungan yang bermakna antara infeksi malaria dengan keadaan status gizi balita (p<0,05). Anak yang ternfeksi malaria mempunyai nilai rata-rata z-score -1,54 lebih jelek dari pada anak yang tidak terinfeksi malaria yaitu sebesar -0,79. Kesimpulan : Infeksi malaria mempunyai peranan terhadap penurunan status gizi balita.

Background: Report of child health in Indonesia is still portraying high occurrence rate of infectious diseases and nutritional distortion. Malaria infection has close relationship with nutritional status of children under five because malaria perasites attack and destroy thrombosit. At Purworejo District, malaria occurrence rate of children under five in 2001 were 8.11 percent with Annual Parasite Index (API) 29.6, whereas those who had low and poor nutritional status were 8.9 percent. Objective: The study was aimed at elaborating the relationship between malaria infection and nutritional status occurrence of children under five at Purworejo District. Methods: The study was an observational type which used retrospective cohort design. The subject of the study was children under five (100 children) aging between 13-59 months who lived at malaria endemic areas. The sampling technique used was random. Nutritional status was measured using body weight index according to age based on WHONCHS standartd with z-score value calculation. Data analysis used unvariable, bivariable and multivariable methods with significance level α = 0,05. Results: From both bivariable and multivariable analysis, there was a consistent result showing a significant relationship between malaria infection and nutritional status condition of children under five (p<0,05). Malaria infected children had z-score average value -1,54 which was worse than that of those uninfected, i.e. -0,79. Conclusion: Malaria infection influenced the decline of nutritional status of children under five.

Kata Kunci : infeksi malaria, status gizi, balita, malaria infection, nutritional status, children under five


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.