Zakat profesi di Indonesia. Studi empiris lembaga amil zakat dan muzakki
AMIR MARUF, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.; Akhmad Akbar Susamto, M.Phil., Ph.D.
2026 | Disertasi | S3 Agama dan Lintas Budaya
Disertasi ini bertujuan untuk mengkaji zakat fitrah di Indonesia agar para muzakki memiliki landasan empiris ketika menunaikan zakat profesi. Kajian tersebut mencakup pemetaan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), efisirnsi OPZ, faktor kepatuhan muzakki dalam menunaikan zakat profesi, dan tingkat kepuasan muzakki terhadap kinerja OPZ di Indonesia.
Populasi OPZ adalah OPZ berskala nasional yang sudah mendapat izin dari kementerian agama. Dari populasi tersebut dipilih enam sampel yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Sementara populasi muzakki adalah mereka yang wajib zakat profesi di Indonesia. Dari populasi tersebut diambil sampel dengan menggunakan metode purposive sampling dan terpilih sebanyak 400 orang sampel yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Pemetaan OPZ digambarkan melalui triangulasi hasil wawancara dengan pengurus OPZ sampel dan dokumentasi atas website mereka. Sedang efisiensi OPZ tersebut dianalisis dengan Data Envelopment Analysis (DEA) berdasarkan laporan keuangan teraudit selama lima tahun (2017-2021). Kepatuhan muzakki dianalisis dengan Analisis Faktor berdasarkan faktor-faktor Theory of Planned Behavior (TPB), dan kepuasan muzakki diukur dengan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) berdasarkan dimensi pelayanan ServQual.
Tentang pemetaan, OPZ menduduki posisi amil yang sangat kuat didukung oleh syariat dan konstitusi, memudahkan muzakki, mendayagunakan zakat bagi mustahik, dan menjadi mitra bagi pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. OPZ senantiasa menjaga efisiensi mereka. Hal tersebut tergambar dari hasil analisa DEA. Sementara itu, faktor yang membuat kepatuhan muzakki dalam menunaikan zakat profesi adalah faktor religiositas, faktor yang terbentuk dari faktor-faktor TPB. Para muzakki sangat puas dengan kinerja OPZ pada semua dimensi ServQual yang ditunjukkan oleh analisis CSI dan IPA. Secara khusus, IPA menunjukkan beberapa atribut yang mesti ditingkatkan oleh OPZ untuk meningkatkan kepuasan muzakki.
This dissertation aims to examine zakat fitrah in Indonesia so that muzakki have an empirical basis when paying professional zakat. The study includes the mapping of the Zakat Management Organization (ZMO), the efficiency of ZMO, the factors of muzakki's compliance in paying professional zakat, and the level of muzakki's satisfaction with the performance of ZMO in Indonesia.
The ZMO population is a national-scale ZMO that has received permission from the ministry of religion. From this population, six samples were selected that met the set criteria. While the muzakki population is those who are obliged to pay professional zakat in Indonesia. From this population, a sample was taken using purposive sampling, and 400 people who met the specified criteria were selected. The ZMO mapping is described through triangulation of interview results with ZMO management samples and documentation on their websites. Meanwhile, the efficiency of the ZMO is analyzed with Data Envelopment Analysis (DEA) based on audited financial statements for five years (2017-2021). Muzakki compliance is analyzed with Factor Analysis based on Theory of Planned Behavior (TPB) factors, and muzakki satisfaction is measured by Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA) based on ServQual's service dimensions.
Regarding mapping, ZMO occupies a very strong amil position supported by sharia and the constitution, facilitating muzakki, utilizing zakat for mustahik, and becoming a partner for the government in alleviating poverty. ZMO always maintains their efficiency. This is illustrated by the results of the DEA's analysis. Meanwhile, the factor that makes the muzakki's compliance in paying professional zakat is the religiosity factor, a factor formed from the TPB factors. The muzakki were very satisfied with the ZMO's performance on all dimensions of ServQual as shown by the CSI and IPA analyses. Specifically, IPA points to several attributes that ZMO must improve to increase muzakki satisfaction.
Kata Kunci : Zakat Profesi, DEA, Analisis Faktor, CSI, IPA