Laporkan Masalah

Hubungan status pekerjaan ibu dengan kejadian diare pada anak di bawah tiga tahun (Batita) di Indonesia

HAYATI, Ida Sadiyatul, dr. Siswanto Agus Wilopo, SU.,M.Sc.,ScD

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: SDKI 1994, 1997, 2002-2003 melaporkan balita menderita diare berturut-turut 12,1 persen, 10,4 dan 11 persen. Banyak faktor yang berhubungan dengan kejadian diare salah satunya peran ibu. Saat ini selain melakukan tugas rumah tangga ibu juga bekerja mencari nafkah. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan menunjukkan peningkatan keterlibatan perempuan dalam aktivitas kerja, tahun 1991 adalah 35,0 persen, menjadi 51,7 persen tahun 2000. Apakah aktivitas ibu dalam bekerja mempengaruhi pola perawatan anak dan berhubungan dengan kesehatan anak termasuk terjadinya diare? Tujuan: Mengetahui hubungan status pekerjaan ibu (bekerja tidak bekerja, tempat ibu bekerja dan waktu bekerja ibu di luar rumah) dengan kejadian diare pada anak. Metode: Penelitian menggunakan data SDKI 2002-2003. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel berjumlah 7.832 adalah semua batita (berumur 0-35 bulan, selanjutnya pada penelitian ini disebut anak) dari ibu berumur 15-49 tahun berstatus menikah yang tinggal serumah. Analisis bivariabel menggunakan uji chi square dan analisis multivariabel menggunakan uji regresi logistik pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Anak yang menderita diare sebanyak 1.071 (13,7%). Analisis bivariabel menunjukkan hubungan bermakna antara status pekerjaan ibu, tempat ibu bekerja dan waktu bekerja ibu di luar rumah dengan kejadian diare pada anak. Risiko terjadinya diare lebih rendah pada ibu bekerja (OR=0,85, IK 95%=0,74-0,98), bekerja di luar rumah (OR=0,74, IK 95%= 0,56–0,97) dan bekerja di luar rumah lebih dari 7 jam sehari (OR=0,59, IK 95%=0,44-0,78). Pendidikan ibu berhubungan sangat bermakna dengan kejadian diare (χ2=40,32 dan p= 0,00), semakin rendah pendidikan risiko semakin besar. Anak berumur 6-11 bulan mempunyai risiko terbesar terkena diare (OR=1,70 dan IK 95%=1,41-2,04), sebaliknya 0-5 bulan risikonya terkecil (OR=0,64 dan IK 95%=0,51-0,80). Analisis multivariabel menunjukkan adanya konsistensi hubungan antara status pekerjaan ibu dan waktu bekerja ibu di luar rumah dengan kejadian diare pada anak. Kesimpulan: Status pekerjaan ibu (bekerja atau tidak bekerja) dan waktu bekerja ibu di luar rumah berhubungan dengan kejadian diare pada anak. Analisis multivariabel dengan mengontrol variabel sosial-ekonomi dan variabel lain menunjukkan anak yang ibunya bekerja dan bekerja di luar rumah lebih dari 7 jam per hari secara signifikan mempunyai risiko lebih rendah terkena diare.

Background: Indonesian Demographic Health Survey (IDHS) of 1994, 1997, 2002–2003 report the percentage of children under five having diarrhea at 12,1 percent, 10,4 percent and 11 percent subsequently. There are factors affecting diarrhea occurence, one of them is mothers' role. Nowadays, apart from doing housekeeping activities, a mother earns for a living. Female workforce participation rate indicates the increasing involvement of women in productive work, from 35,0 percent in 1991 to 51,7 percent in 2000. Do mothers' activities in productive work related to children upbringing pattern and children's health, including diarrhea occurrence in children under three years old? Objectives: The study was aimed at knowing the relationship between mothers' job and occurrence of diarrhea in children. Methods: The study used IDHS data of 2002-2003. It was an observational type which used a cross sectional method. The samples were 7,832 children under three years old whose mothers were married and stayed together with them. Data analysis used bivariable analysis of chi square test and multivariable analysis of logistic regression test with significance rate ρ<0.05. Results: The number of children who got diarrhea were 1,017 (13,7%). Bivariable analysis showed a significant relationship between mothers' job status, place of work and length of work with diarrhea occurrence in children. Risk of diarrhea occurrence was lower in mothers who did productive work (OR=0,85, 95% CI= 0,74–0,98), worked outside the home (OR=0,74, 95% CI= 0,56–0,97), and worked outside the home more than 7 hours a day (OR=0,59, 95% CI= 0,44–0,78). Mothers' level of education was much significantly related to diarrhea occurrence (χ2= 40,32 and ρ=0.00), the lower the level, the greater the risk. Children of 6-11 months had the greatest risk of having diarrhea (OR=1,70, 95% CI=1,41– 2,04), on the other hand, those of 0–5 months had the least (OR=0,64, 95% CI=0,51–0,80). Multivariable analysis of those variables showed consistent result about a significant relationship between mothers' job status and length of work with diarrhea occurrence in children. Conclusion: There was a significant relationship between mothers' job status and length of work outside the home with diarrhea occurrence in children under three years old. Logistic regession analysis showed that the children under three years old who mother did productive work and worked outside the home more than 7 hours a day had risk of diarrhea occurrence was lower when socio-economic factors and others were controlled.

Kata Kunci : Kesehatan Anak, Diare, Status Pekerjaan Ibu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.