Laporkan Masalah

Hubungan Status Kepesertaan JKN Terhadap Utilisasi Pelayanan Kesehatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2; Studi Analitis Di Provinsi Riau

ASNILA DEWI HARAHAP, Prof.Dr.dr Mubasysyir Hasanbasri, M.A

2026 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

ABSTRAK

HUBUNGAN STATUS KEPESERTAAN JKN TERHADAP UTILISASI PELAYANAN KESEHATAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2: STUDI ANALITIK DI PROVINSI RIAU

Asnila Dewi Harahap

Latar belakang: Diabetes mellitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular utama dengan prevalensi dan beban ekonomi yang terus meningkat di Indonesia. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir untuk menjamin akses pelayanan kesehatan yang merata, namun perbedaan status kepesertaan (PBI dan non-PBI) berpotensi menciptakan kesenjangan dalam pemanfaatan layanan dan biaya klaim. Provinsi Riau, dengan karakteristik geografis dan sosial-ekonomi yang beragam, menghadapi tantangan dalam pemerataan akses dan pengendalian biaya penyakit kronis seperti diabetes.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status kepesertaan JKN (PBI dan non-PBI) terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan pasien diabetes mellitus tipe 2 di Provinsi Riau. Secara khusus, penelitian ini mengkaji perbedaan frekuensi kunjungan berulang rawat jalan, kunjungan berulang rawat inap, kunjungan berulang  FKTP, rujukan, berdasarkan  klaim INA-CBGs antara kedua kelompok kepesertaan.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Data yang dianalisis adalah data sekunder klaim BPJS Kesehatan periode 2022–2024 di tiga kantor cabang Provinsi Riau (Pekanbaru, Dumai, Rengat). Sampel mencakup klaim pasien diabetes mellitus tipe 2 (ICD-10: E10–E14) dengan status kepesertaan JKN yang jelas (PBI atau non-PBI). Analisis dilakukan secara univariat (distribusi frekuensi), bivariat (uji Chi-square, t-test), dan multivariat menggunakan regresi logistik dan regresi linear dengan tingkat signifikansi p<0>

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta non-PBI lebih dominan memanfaatkan pelayanan kesehatan pada tingkat FKTP dan rawat jalan tingkat lanjutan dibandingkan peserta PBI. Sebaliknya, pada pelayanan rawat inap, proporsi peserta PBI meningkat dan relatif mendekati non-PBI, terutama pada kasus dengan komplikasi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa status kepesertaan JKN berhubungan signifikan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan setelah dikontrol oleh faktor wilayah pelayanan, usia, dan jenis kelamin. Peserta PBI memiliki kecenderungan lebih rendah untuk memanfaatkan pelayanan rawat jalan secara berkelanjutan dan lebih besar peluang memasuki layanan rawat inap dengan kondisi yang lebih berat.

Kesimpulan: Terdapat ketimpangan utilisasi pelayanan kesehatan pasien DM tipe 2 berdasarkan status kepesertaan JKN di Provinsi Riau. Meskipun pembiayaan telah dijamin oleh JKN, peserta PBI masih menghadapi keterbatasan akses fungsional terhadap pelayanan kesehatan, khususnya pada tahap pelayanan awal dan lanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa kesetaraan finansial dalam JKN belum sepenuhnya diikuti oleh kesetaraan pemanfaatan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan klinis.

Kata Kunci: Jaminan Kesehatan Nasional; Status Kepesertaan; Diabetes Mellitus Tipe 2; Utilisasi Pelayanan Kesehatan; Equity Gap.


ABSTRAK

The Relationship Between JKN Membership Status and Healthcare Service Utilization for Type 2 Diabetes Mellitus Patients: An Analytical Study in Riau Province

Asnila Dewi Harahap

Background: Type 2 Diabetes Mellitus is a major non-communicable disease with rising prevalence and economic burden in Indonesia. The National Health Insurance (JKN) program aims to ensure equitable access to healthcare, yet differences in membership status (PBI vs Non-PBI) may lead to disparities in service utilization and claim costs. Riau Province, with its diverse geographic and socio-economic characteristics, faces challenges in achieving equitable access and cost control for chronic disease management.

Objective : This study aims to analyze the relationship between JKN membership status (PBI vs Non-PBI) and healthcare utilization and claim costs for Type 2 Diabetes Mellitus patients in Riau Province. Specifically, it examines differences in outpatient visits, inpatient admissions,  primary care visits, referrals between the two membership groups.

Methods: This study employed a quantitative analytic design with a retrospective cross-sectional approach. The data analyzed were secondary BPJS Health claim data from 2021–2024 across three branch offices in Riau Province (Pekanbaru, Dumai, Rengat). The sample included claims for Type 2 Diabetes Mellitus patients (ICD-10: E10–E14) with clearly defined JKN membership status (PBI or Non-PBI). Data analysis consisted of univariate (frequency distribution), bivariate (Chi-square), and multivariate logistic regression and linear regression with a significance level of p<0>

Results: The results show that Non-PBI members predominantly utilized healthcare services at the primary care level and outpatient specialist care compared with PBI members. In contrast, at the inpatient care level, the proportion of PBI members increased and became relatively comparable to Non-PBI members, particularly among cases with complications. Multivariate analysis demonstrated that JKN membership status was significantly associated with healthcare utilization after controlling for service area,  age, and sex. PBI members were less likely to utilize outpatient services continuously and more likely to enter inpatient care with more severe clinical conditions.

Conclusion:There is inequity in healthcare utilization among patients with type 2 diabetes mellitus based on JKN membership status in Riau Province. Although healthcare financing is covered by the JKN system, PBI members continue to experience limitations in functional access to healthcare services, particularly at the early and intermediate stages of care. These findings indicate that financial equity within the JKN system has not yet been fully accompanied by equity in healthcare utilization according to clinical needs.

Keywords: National Health Insurance; Membership Status; Type 2 Diabetes Mellitus; Healthcare Utilization; Equity Gap.

Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional; Status Kepesertaan; Diabetes Mellitus Tipe 2; Utilisasi Pelayanan Kesehatan; Equity Gap.

  1. S2-2026-553104-abstract.pdf  
  2. S2-2026-553104-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-553104-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-553104-title.pdf