Laporkan Masalah

Hubungan antara persepsi remaja terhadap seksualitas dalam media massa dan perilaku seksual pada siswa SMU Negeri I Purwokerto Kabupaten Banyumas

WAHYUNINGSIH, Eri, Prof.dr. Mohammad Hakimi, SpOG.,PhD

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Remaja mengalami perubahan mendasar dalam sikap dan perilaku seksual. Perubahan ini akan mengakibatkan meningkatnya masalah seksual, seperti perilaku seksual sebelum menikah yang berakibat pada kehamilan yang tak dikehendaki. Kelompok ini memerlukan informasi yang dapat menjelaskan perkembangan reproduksi dan masalahnya. Sumber utama informasi yang dicari oleh remaja adalah sekolah dan media massa. Maskipun pesan-pesan dalam media massa berisi informasi yang salah, namun hal itu dianggap sebagai fakta oleh remaja. Hal ini mungkin terjadi karena media massa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai keinginan dan kemungkinan yang positif mengenai seks, dibanding permasalahan dan konsekuensinya. Tujuan : Mengetahui hubungan antara persepsi remaja terhadap seksualitas dalam media massa dengan perilaku seksualnya, dan faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja. Metode : Penelitian dilakukan dengan rancangan cross-sectional terhadap 106 siswa/siswi SMU N 1 Purwokerto Kabupaten Banyumas pada tahun 2004. Hasil : Perilaku seksual responden sebagian besar adalah perilaku seksual baik (90,7%), yaitu responden melakukan pegangan tangan dengan lawan jenis. Tingkat perilaku seksual yang dilihat responden dalam media massa berpengaruh terhadap perilaku seksual responden. Persepsi remaja terhadap seksualitas dalam media massa dan sikap remaja terhadap seksualitas tidak berhubungan dengan perilaku seksual remaja. Kesimpulan : Persepsi remaja terhadap seksualitas dalam media massa berhubungan dengan perilaku seksualnya, dan faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah sikap remaja.

Background : Teenagers are undergoing fundamental changes in sexual attitude and behaviour. These changes cause the increasing of sexual problems, such as premarital sexual behaviour that causes an unwanted pregnancy. This group needs particular information which can help them understand reproductive development and its problems. The main source of information they seek are schools and mass media although information delivered through mass media is sometimes incorrect. This may be because the media are better at depicting the passion and positive possibilities of sex than its problems or consequences. Objectives : The study was aimed at exploring the relationship between teenage perception about sexuality in mass media with their sexual behaviour, and the determinants related to adolescents sexual behaviour. Methods : The research was conducted using cross sectional design to 108 male/female students of SMU Negeri 1 Purwokerto, Banyumas District in 2004. Results : Respondent’s sexual behaviour was low. Most of them (90.7%) held hands with opposite sex. Sexual behaviour they saw at mass media influenced their sexual behaviour. Teenage perception about sexuality in mass media and their attitude toward sexuality was not related to their sexual behaviour. Conclusion : Teenage perception about sexuality in mass media had relationship with their sexual behaviour, and adolescent’s attitude to sexuality was the determinant to their sexual behaviour.

Kata Kunci : Kesehatan Remaja,Perilaku Seksual,Persepsi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.