Karakterisasi Manifestasi Panas Bumi untuk Pendugaan Temperatur Bawah Permukaan dan Identifikasi Potensi Bahaya Geologi di Area Kawah Pakuwaja, Lapangan Panas Bumi Dieng, Jawa Tengah.
Nabila Ika Wardayani, Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., IPM.; Dr. Ir. Yan Restu Freski, S.T., M. Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Lapangan Panas Bumi Dieng merupakan lapangan panas
bumi vulkanogenik bersuhu tinggi yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT Geo
Dipa Energi (Persero). Lapangan panas bumi
Dieng terbagi menjadi tiga area prospek, yaitu Area Sileri, Sikidang-Merdada,
dan Pakuwaja. Penelitian ini bermaksud untuk
membantu pengelolaan Lapangan Panas Bumi Dieng melalui studi tentang
karakteristik manifestasi panas bumi, pendugaan suhu reservoir panas bumi, dan
identifikasi potensi bahaya geologi di Area Pakuwaja terutama di Kawah
Pakuwaja. Kawah Pakuwaja memiliki kedekatan spasial dengan aset panas bumi,
aset pariwisata, perkebunan tanaman hortikultura, pemukiman, dan sekolah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penginderaan jauh, geologi
lapangan, dan geokimia panas bumi.
Manifestasi panas bumi di Kawah Pakuwaja dibagi
menjadi dua klasifikasi, yaitu manifestasi dominasi uap dan sisa manifestasi
panas bumi. Persebaran dari manifestasi panas bumi mengikuti pola kelurusan
lembah berarah utara-selatan. Melalui analisis geokimia fluida panas bumi di
Kawah Pakuwaja diketahui asal-usul fluida berasal dari kontak batuan dengan
fluida dan sedikit pengaruh steam-heated/penguapan, fluida panas bumi di
Kawah Pakuwaja merupakan fluida dua fasa dengan fasa likuid yang lebih
mendominasi. Pendugaan temperatur bawah permukaan menggunakan geotermometer CO2,
geotermometer rasio log (H2/Ar)
dan log (CH4/CO2) dan diagram terner CO2-CH4-H2S
menunjukkan estimasi suhu 265°C – 325°C. Selain itu, kondisi Kawah Pakuwaja
yang mana merupakan daerah hidrotermal aktif, memiliki potensi bencana seperti gerakan
massa, paparan gas CO2 dan H2S yang melebihi batas
paparan yang diizinkan, dan erupsi hidrotermal.
Penelitian ini dapat memberikan kontribusi kepada pengembang panas bumi untuk dapat mengembangkan lapangan panas bumi dengan wawasan berkelanjutan melalui karakterisasi manifestasi panas bumi yan telah dilakukan. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan panduan kepada pemangku kepentingan dalam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan bagi masyarakat sekitar yang beraktivitas di area Gunung Pakuwaja.
The Dieng Geothermal Field is a high-temperature
volcanogenic geothermal field developed by PT Geo Dipa Energi (Persero). The
Dieng geothermal field is divided into three prospect areas: the Sileri Area,
Sikidang-Merdada, and Pakuwaja. This research aims to assist in the management
of the Dieng Geothermal Field through a study of geothermal manifestation
characteristics, estimation of geothermal reservoir temperature, and
identification of geological hazard potential in the Pakuwaja Area, especially
at Pakuwaja Crater. Pakuwaja Crater has spatial proximity to geothermal infrastructure,
tourist site, horticultural areas, and residential areas. The methods used in
this research are remote sensing, field surveys, and geothermal geochemical
analyses.
Geothermal manifestations at Pakuwaja Crater are divided into
two classification: steam-dominated and remnant steam-dominated. The
distribution of geothermal manifestations is related with geomorphology
lineament. Through geochemical analysis of the geothermal fluid from Pakuwaja
Crater, it is known that geothermal fluid is influenced by water-rock
interaction and slightly influenced by steam heated/evaporation. The geothermal
fluid at Pakuwaja Crater is a two-phase fluid with a more dominant liquid
phase. Subsurface temperature estimation using the CO2
geothermometer, the log (H2/Ar) and log (CH4/CO2)
ratio geothermometers, and the CO2-CH4-H2S
ternary diagram shows an estimated temperature range of 265°C – 325.75°C.
Furthermore, the condition of Pakuwaja Crater, which is an active hydrothermal
area, has potential geohazards such as mass movement, exposure to CO2
and H2S gases exceeding permissible exposure limits, and
hydrothermal eruptions.
This research
contributes to geothermal developers by providing insights for sustainable
field development through the characterization of geothermal manifestations.
Furthermore, it serves as a technical guide for stakeholders in formulating
Standard Operating Procedures (SOPs) to ensure the safety of local communities
and individuals active within the Mount Pakuwaja area
Kata Kunci : Lapangan Panas Bumi Dieng, Kawah Pakuwaja, manifestasi panas bumi, penginderaan jauh, geokimia.