Laporkan Masalah

Navigating Legitimate Expectations in Indonesia’s Renewable Energy FDI: Steering Through the Waves of FET Disputes in the Spanish Saga

Maria Na Uli Salsabilah Sabililah, Royhan Akbar S.H., LL.M.

2026 | Skripsi | ILMU HUKUM

Seiring Indonesia berupaya mempercepat transisi energi terbarukan, negara ini sangat bergantung pada PMA. Namun, upaya cepat menarik investor melalui kerangka regulasi dapat menimbulkan sengketa, serupa dengan pengalaman Spanyol dalam Spanish Saga. Ketergantungan pada PMA ini menyoroti hubungan antara ekspektasi yang sah dari investor berdasarkan standar FET dan kemampuan negara tuan rumah untuk mempertahankan fleksibilitas regulasi tanpa memicu klaim. Penelitian ini menelaah bagaimana konsep ekspektasi yang sah berkembang berdasarkan Spanish Saga dan mengidentifikasi pelajaran yang dapat membimbing Indonesia dalam memitigasi risiko sengketa FET di sektor energi terbarukan.

Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif, menganalisis sumber hukum primer dan sekunder melalui pendekatan statutori, komparatif, konseptual, dan yurisprudensi. Sebagai pelengkap, wawancara dengan pemangku kepentingan terkait dilakukan untuk memperoleh wawasan mengenai tantangan regulasi praktis dan ketergantungan investor di Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan pelajaran dari Spanish Saga, bahwa di Indonesia ekspektasi yang sah dapat timbul dari komitmen tertulis tertentu, mencakup komitmen individual dan kerangka regulasi. Berdasarkan kedua bentuk ini, kasus Spanish Saga mengidentifikasi dua jenis ekspektasi yang sah, yaitu ketidakberubahan dan perlindungan terhadap perubahan fundamental, dengan jenis yang terakhir relevan bagi Indonesia dalam menyesuaikan kebijakan terhadap perubahan yang berkembang. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan agar Indonesia secara jelas mendefinisikan ruang lingkup komitmen tertulis tertentu dalam BIT, memastikan semua komitmen bersifat kondisional, terbatas waktu, dan dapat ditinjau, serta menerapkan uji proporsionalitas tiga langkah saat menyusun atau mengubah peraturan perundang-undangan.

As Indonesia seeks to accelerate its renewable energy transition, it relies heavily on FDI. However, this rapid push through its regulatory framework may give rise to disputes, similar to Spain’s experience in the Spanish Saga. This reliance on FDI highlights the relationship between investors’ legitimate expectations under the FET standard and the host state’s ability to maintain regulatory flexibility without triggering claims. This legal research examines how legitimate expectations have developed in light of the Spanish Saga and identifies lessons that can guide Indonesia in mitigating FET dispute risks in the renewable energy sector. 

This legal research employs a normative legal method, analysing primary and secondary legal sources through statutory, comparative, conceptual, and case law approaches. To complement this doctrinal analysis, interviews with relevant stakeholders were conducted to gain insights into practical regulatory challenges and investor reliance in Indonesia. 

This legal research finds, drawing from the Spanish Saga, that in Indonesia legitimate expectations may arise from specific written commitments, including both individualized commitments and regulatory frameworks. Building on these two types, the Spanish Saga cases identify two forms of legitimate expectations, immutability and protection against fundamental changes, with the latter particularly relevant for Indonesia in accommodating evolving circumstances. Drawing on these insights, this legal research recommends that Indonesia clearly define the scope of specific written commitments in BITs, ensure all commitments are conditional, time-bound, and reviewable, and apply the three-step proportionality test when enacting or amending laws or regulations.

Kata Kunci : Indonesia, PMA, Energi Terbarukan, Ekspektasi yang Sah, FET, Spanish Saga/Indonesia, Renewable Energy, FDI, Legitimate Expectations, FET, Spanish Saga

  1. S1-2026-472690-abstract.pdf  
  2. S1-2026-472690-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-472690-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-472690-title.pdf