Laporkan Masalah

Hubungan gaya kepemimpinan Kepala Puskesmas dengan hasil kerja tim kecil kesehatan reproduksi di Kabupaten Pasuruan

PRABAWATI, Maya, Prof.dr. Mohammad Hakimi, SpOG.,PhD

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Tugas utama Tim Kecil Kesehatan Reproduksi Puskesmas adalah melaksanakan langkah-langkah penerapan dan menyiapkan laporan tentang semua yang berkenaan dengan Pelayanan Terpadu Kesehatan Reproduksi di Puskesmas. Salah satu aspek yang bisa mempengaruhi hasil kerja tim ini adalah tingkat dukungan dari organisasi Puskesmas terutama dukungan dari Kepala Puskesmas dengan gaya kepemimpinannya. Penelitian ini merupakan evaluasi proses, yang bertujuan untuk mengkaji kaitan gaya kepemimpinan Kepala Puskesmas di Kabupaten Pasuruan terhadap hasil kerja Tim Kecil Kesehatan Reproduksi. Cara Penelitian : Rancangan Penelitian ini adalah non experimental dengan menggunakan pendekatan study cross sectional. Lokasi penelitian di Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur. Populasi adalah Tim Kecil Kesehatan Reproduksi, sedangkan sampel penelitiannya adalah anggota tim dan Kepala Puskesmas yang berstatus PNS dengan jumlah responden 73, yang merupakan total sampel. Cara pengambilan data menggunakan metode kuantitatif, yang diperoleh dari jawaban kuesioner yang diisi responden. Data yang terkumpul diolah secara diskriptif dan analitik dengan uji statistik Korelasi Product Moment dan Regresi Linear. Hasil dan Diskusi : Nilai rata-rata Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (LF) paling rendah yakni 8,21, diikuti Management-by-exception (ME) dengan nilai 15,33 dan Contingent-reward (CR) paling tinggi sebesar 18,22. Diperoleh hasil adanya hubungan positif yang bermakna secara nyata (p< 0,05) antara Kepemimpinan Kepala Puskesmas yang bergaya CR dengan Totalitas Hasil Kerja TKKRP. Terdapat kecenderungan bahwa kedua gaya kepemimpinan yang lain mempunyai arah hubungan yang benar, yaitu gaya kepemimpinan LF bernilai negatif dan gaya kepemimpinan ME memiliki nilai di antara LF dan CR. Ketika stakeholder dilibatkan dalam penilaian aspek kepemimpinan Kepala Puskesmas ditemukan hasil bahwa gaya kepemimpinan ME berhubungan positif bermakna dengan totalitas hasil kerja TKKRP (p< 0,05). Kesimpulan : Di Kabupaten Pasuruan, meskipun gaya Kepempinan CR mempunyai hubungan positif bermakna secara nyata dengan totalitas hasil kerja TKKRP, tetapi pada kenyataannya gaya kepemimpinan yang lain yaitu LF dan ME masih mewarnai aktivitas manajemen Kepala Puskesmas.

Background: The main task of Community Health Center Reproductive Health Committee is doing the implementation of and preparing reports on all aspects related to integrated service of reproductive health at Community Health Center. One aspect which can influence the work outcomes of the committee is support from the organization, particularly from Head of the Center and his/her leadership style. Objective: The study was a process evaluation which was meant to identify the relatonship between leadership style of Head of Community Health Center at Pasuruan District and the work outcomes of Reproductive Health Committee. Methods: This was a non experimental type of study which used a cross sectional design. The location of the study was Pasuruan District, Province of Jawa Timur. The population was reproductive health committee which consisted of 73 samples, including committee members and Head of Community Health Center. Quantitative data were collected through answers of questionnaires which were then descriptively and analytically processed using product moment correlation and linear regression statistical test. Result and Discussion: The average value of Laissez-faire (LF) leadership style was the lowest, i. e. 8.21, followed by Management-byexeption (ME) which was 15.33 and Contingent-reward (CR), the highest, which was 18.22. There was a tendency that the two leadership style, LF and ME had relevant relationship whereby LF leadership style had negative value and ME had value between LF and CR. When stakeholders were involved in the evaluation of Head of Community Health Center leadership aspect, the result showed that ME leadership style had significant positive relationship with Reproductive Health Committee entire work outcomes (P<0.05) Conclusion: In Pasuruan District, although CR leadership style had obviously significant positive relationship with Reproductive Health Committee entire work outcomes, the fact was that LF and ME leadership styles still dominated Head of Community Health Center management activities.

Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi, Gaya Kepemimpinan, Kepala Puskesmas, leadership style, reproductive health committee.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.