Laporkan Masalah

Hubungan Kontrasepsi Oral Hormonal Dengan Risiko Karsinoma Serviks Uteri

Agus Suparman , dr. Prijono Tirtoprodjo ; dr. Umayah

1994 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Karsinoma serviks uteri merupakan jenis kanker ganas yang paling sering ditemukan diantara kanker ginekologik. Menurut data Departemen Kesehatan Indonesia, saat ini karsinoma serviks uteri menempati urutan pertama dari seluruh kanker yang menyerang penduduk Indonesia. Penyebab karsinoma serviks uteri sampai saat ini belum diketahui secara pasti, diduga banyak faktor yang berperan dalam proses kejadiannya. Sejak tahun 1936 sudah ada dugaan bahwa ada hubungan antara penggunaan hormon estrogen dan timbulnya tumor di alat reproduksi dan kelenjar payudara. Pada spesies mamalia, pemberian estrogen terus menerus dapat menyebabkan kejadian beberapa jenis tumor, tetapi pada manusia adanya hubungan tersebut belum terbukti. Penelitian ini bersifat diskriptif analitik, menggunakan rancangan case control. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kontrasepsi oral hormonal mempengaruhi risiko terkena karsinoma serviks uteri, dan apakah lama penggunaan kontrasepsi oral hormonal mempengaruhi risiko karsinoma serviks uteri. Subyek penelitian adalah penderita karsinoma serviks uteri yang pernah dirawat di bangsal RSUP Dr. Sardjito dalam kurun waktu bulan Januari 1999 sampai bulan Juli 1994. Sedangkan kontrol adalah wanita-wanita sehat yang sedang mengantar penderita di RSUP Dr. Sardjito. Dari hasil wawancara didapatkan 30 penderita karsinoma serviks uteri yang memenuhi kriteria sebagai subyek penelitian. Untuk kelompok kontrol, juga diambil 30 subyek dengan cara matching. Dari 30 penderita karsinoma serviks uteri, ditemukan 5 penderita pernah menggunakan kontrasepsi oral hormonal selama 6 tahun atau lebih, sedangkan kelompok kontrol yang menggunakan kontrasepsi oral hormonal selama 6 tahun atau lebih hanya 1 orang. Pada penelitian ini ada kecenderungan peningkatan angka kejadian karsinoma serviks uteri pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral hormonal selama 6 tahun atau lebih, tetapi belum dapat dibuktikan secara statistik ( OR= 58 ; X2 = 1,667 ; p > 8,05 ). Begitu juga mengenai lama penggunaan kontrasepsi oral hormonal belum dapat dibuktikan mempengaruhi risiko terjadinya karsinoma serviks uteri.

-

Kata Kunci : -

  1. S1-FKU-1994-AgusSuparman-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1994-AgusSuparman-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1994-AgusSuparman-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1994-AgusSuparman-Title.pdf