Laporkan Masalah

Pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam pembelajaran mata kuliah KB - Kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah metode PBL (Problem Based Learning) pada Akbid di Jawa Tengah dan Jawa Timur

FARTENA, Siti, Prof.dr. Mohammad Hakimi, SpOG.,PhD

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang masalah: Salah satu penyebab kurangnya kemampuan Bidan untuk melakukan penyebab KB dan KR yang berkualitas adalah selama pendidikan masalah tersebut belum mendapatkan perhatian yang cukup. Kurikulum dan sistim pengajaran di sekolah bidan belum mampu memberikan pengetahuan yang sesuai dengan arah program, karena masalah kualitas pelayanan adalah upaya-upaya baru dalam visi dan misi Era Baru Program KB. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap mata kuliah KB-KR pada Akademi Kebidanan di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebelum dan sesudah menggunakan metode PBL. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis kualitatif dan kuantitatif dengan rancangan One Group Design with Pre-test and Post-test. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa semester 3 pada 3 AKbid di Jawa Tengah dan 3 Akbid di Jawa Timur. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesisnya adalah analisis mean. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil uji mean menunjukkan adanya perbedaan nilai pengetahuan mata kuliah KB-KR secara bermakna pada pengetahuan kelompok mahasiswa tanpa metode PBL dengan pengetahuan kelompok mahasiswa yang menggunakan metode belajar PBL (t=-33.15 and p=0.000). Nilai rerata pengetahuan mahasiswa sebesar 58,59 (S.D=7,99) dengan menggunakan metode belajar konvensional lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai rerat pengetahuan kesehatan reproduksi pada mahasiswa yang menggunakan metode PBL, yakni sebesar 79,93 (S.D=5,97). Selanjutnya, hasil uji mean pada sikap mahasiswa menunjukkan adanya perbedaan nilai sikap terhadap mata kuliah KB-KR secara bermakna pada kelompok mahasiswa tanpa metode PBL dengan kelompok mahasiswa yang menggunakan metode belajar PBL (t=-60.78 and p=0.000). Nilai rerata pengetahuan mahasiswa sebesar 31,12 (S.D=1,98) dengan menggunakan metode belajar konvensional lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai rerata sikap terhadap kesehatan reproduksi pada mahasiswa yang menggunakan metode PBL, yakni sebesar 42,20 (S.D=2,02). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bias disimpulkan mahasiswa yang diajar dengan metode PBL memiliki sikap dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang diajar dengan cara konvensional.

Background: One of factors causing lack of competencies of midwives in delivering quality family planning and reproductive health services is the fact that the two aspects have not been given proper attention during the course of their study. Curriculum and instruction system at schools of midwifery are unable to give knowledge relevant to pogram direction because issues on quality of service are new aspects in vision and mission of family planning program new era. Objective: The study was meant to find out knowledge and attitude of students towards family planning-reproductive health course at schools of midwifery in Central Java and East Java before and after PBL methods were applied. Methods: The study used quantitative methods with both qualitative and quantitative analysis of One Group Design with Pre-test and Post-test. Samples of the study were students in their third semester at 3 schools of midwifery in Central Java and 3 others in East Java. Mean analysis was used to test the hypothesis. Result: The result of mean test showed that there was a significant difference on knowledge in both family planning and reproductive health courses between group of students without PBL methods and those following the PBL (Δ = 21.34,95%) and p = 0.011). Mean value of students' knowledge was 58.89 (S.D = 7.99) for those using conventional learning methods. This was lower than mean value of knowledge on reproductive health of students taking PBL methods, that was 79.93 (S.D = 5.97). Mean test to students attitude showed that there was a significant difference of attitude towards family planning - reproductive health courses between group of students without PBL and those with PBL (Δ = 11.08,15%) and p = 0.038). Mean value of students' knowledge was 31.12 (S.D = 1.98) for those using conventional learning methods, lower than mean attitude towards reproductive health of students taking PBL methods that was 42.20 (S.D = 2.02). Conclusion: It was concluded that students taking PBL methods had better attitude and knowledge about reproductive health than those taking conventional teaching methods.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Metode PBL, Metode Konvensional

  1. S2-PAS-2004-Siti_Fartena-Abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2004-Siti_Fartena-Bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2004-Siti_Fartena-TableofContent.pdf  
  4. S2-PAS-2004-Siti_Fartena-Title.pdf