Laporkan Masalah

OBSERVING THE ABSENCE OF NOMINATIVE FAIR USE IN THE INDONESIAN TRADEMARK REGULATORY: THE USE OF FOREIGN MUSIC GROUP NAME IN PUBLISHING FAN FICTION

Naomi Putrikinasih, Dina W. Kariodimedjo

2026 | Skripsi | ILMU HUKUM

Penelitian hukum ini bertujuan menganalisis perlindungan grup musik asing di Indonesia menurut peraturan perlindungan merek. Penelitian hukum ini juga bertujuan untuk menganalisis eligibilitas perlindungan nominative fair use dalam publikasi fan fiksi yang menggunakan nama grup musik asing di Indonesia serta ketersediaan peraturan perlindungan merek yang mengatur hal tersebut.

Penulisan hukum ini menggunakan metode normatif-empiris di mana data normatif didapat dari peraturan yang berlaku dan doktrin yang ada, sementara data empiris didapat dari wawancara dengan komunitas pembaca fan fiksi. Hasil dari pengumpulan data kemudian dianalisis secara kualitatif dan dirumuskan secara deskriptif.

Berdasarkan hasil penelitian, menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016, grup musik asing sebagai merek memiliki hak perlindungan yang sama dengan grup musik lokal, dengan ketentuan pengguna lain yang ingin menggunakan nama grup musik tersebut, harus mendapat lisensi. Sementara itu, fan fiksi yang menggunakan nama grup musik asing bisa dikatakan sebagai nominative fair use apabila telah melewati rangkaian uji three-test-step. Penulisan hukum ini juga menemukan tidak adanya doktrin nominative fair use yang terkandung dalam regulasi perlindungan merek di Indonesia, yang mana tidak ada aktivitas yang dikatakan sebagai penggunaan yang wajar yang menggunakan nama merek tanpa lisensi yang telah disepakati dengan pemilik asli.

This legal research aims to analyze the protection of foreign music groups in Indonesia under trademark protection regulations. This legal research also aims to analyze the eligibility of nominative fair use protection in fan fiction publications that use the names of foreign music groups in Indonesia and the availability of trademark protection regulations governing this matter.

This legal writing uses a normative-empirical method, where normative data is obtained from applicable regulations and existing doctrines, while empirical data is gathered from interviews with a community of fan fiction readers. The results of the data collection are then analyzed qualitatively and formulated descriptively.

Based on the research results, according to Law Number 20 of 2016, foreign music groups as trademark have the same protection rights as local music groups, provided that other users who wish to use the music group's name must obtain a license. Meanwhile, fan fiction that uses the name of a foreign music group can be considered nominative fair use if it has passed a series of three-test-step tests. This legal writing also found the absence of a nominative fair use doctrine contained in the trademark protection regulations in Indonesia, which indicates that there is no activity that is said to be fair use that uses a trademark name without a license that has been agreed upon with the original owner.

Kata Kunci : Adopsi, Nominative Fair Use, Regulasi Perlindungan Merek Indonesia, Nama Grup Musik Asing, Fan Fiksi / Adoption, Nominative Fair Use, Indonesian Trademark Protection Regulations, Foreign Music Group Names, Fan Fiction

  1. S1-2026-478311-abstract.pdf  
  2. S1-2026-478311-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-478311-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-478311-title.pdf