Kajian karakteristik distribusi vertikal rongga-rongga pelarutan beberapa tipe karst di Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta
Prilya Isna Putra, Drs. Eko Haryono, M.Si.
2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKenampakan di daerah karst dapat dibedakan menjadi kenampakan mayor, kenampakan minor dan sisa pelarutan. Penelitian ini adalah penelitian geomorfologi karst minor di beberapa tipe karst yang berbeda di Gunung Kidul yang merupakan bagian karst Gunung Sewu. Daerah penelitian ditentukan berdasarkan morfologi bukit karst yang berbeda yaitu Polygonal karst di Purwosari, Labyrinth-cone karst di Saptosari dan Residual cone karst di Ponjong. Penelitian ini mengkaji karakteristik rongga-rongga hasil pelarutan beberapa epikarst di morfologi karst yang berbeda tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan rongga-rongga pelarutan serta mengetahui distribusi secara vertikal dari rongga-rongga hasil pelarutan di mintakat epikarst pada morfologi karst yang berbeda. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis morfometri rongga-rongga batuan dengan membandingkannya dengan rongga-rongga pelarutan pada epikarst yang berbeda. Penelitian ini menggunakan data primer dengan pengukuran sampel di lapangan. Metode yang digunakan adalah memilih lokasi sampel pada tiga morfologi bukit karst yang berbeda dimana epikarstnya telah tersingkap (tebing) kemudian mengukur luasan masing-masing rongga hasil pelarutan. Hasil penelitian menunjukkan persentase rongga-rongga pelarutan tipe Residual cone karst yaitu 12,8%, lebih besar daripada tipe Polygonal karst yaitu 6,7% dan Labyrinth-cone karst sebesar 8,0%. Rongga-rongga pelarutan batuan (karren) yang ditemukan di sampel penelitian sebagian besar karren dengan bentuk membulat yaitu micropit, pit dan shaft dengan berbagai ukuran dan bentuk. Pola distribusi rongga penelitian di sampel tebing yaitu pola distribusi rongga batuan yang random/acak, menyebar dan pola distribusi rongga yang mengikuti bidang perlapisan kekar batuan.
Karst morphology can be divided into major, minor, and residual solutional phenomena. This research focused on the minor geomorphology of various type karst in Gunung Kidul as a part Gunung Sewu karst region. The research location was determined by differences hill morphology such as poligonal karst in Purwosari, labirinth karst in Saptosari and residual karst in Ponjong. This research emphasized on the study of cavity characteristics as the result of solutional process in different karst morphology. The aims of the research were to compare the solutional cavity and to elaborate the vertical distribution of solutional cavity in the research area. A morphometry analysis was conducted to compare the solutional cavity in difference locations. Primary data was taken by measuring sample in the field. Samples were chosen at three different hill morphology in which the escarpment of epikarst zone exist. Then, the area of each solutional cavity measured. The result of the research show that the procentage of solutional cavity in Residual cone karst type is 12,8%, bigger than Polygonal karst type (6,7%) and Labyrinth cone karst type (8.0%). Solutional cavities (karren) which found within research area has round shape such as micropit, pit and shaft with various size. The distribution pattern of solutional cavities within research area classified into random, spread and lead-fracture pattern.
Kata Kunci : epikarst, rongga-rongga pelarutan,solutional cavity