Peran Lokasi Tempat Tinggal (Perdesaan dan Perkotaan) Terhadap Kemampuan Kognitif Anak di Daerah Istimewa Yogyakarta
Nida Hafiya Syafruddin, Satriyo Priyo Adi, S.Psi., M.Sc.
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Perkembangan kognitif pada anak-anak sering dihubungkan dengan lokasi geografis, contohnya seperti tempat tinggal anak, baik pada daerah perdesaan maupun perkotaan. Daerah perkotaan pada umumnya memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber daya pendidikan yang baik dan lingkungan pembelajaran yang terstruktur, sebaliknya pada daerah perdesaan cenderung lebih terbatas, tetapi terkadang mendorong lebih banyak kreativitas. Sebagai provinsi dengan angka partisipasi sekolah yang tinggi, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi lokasi yang menarik untuk dilihat apakah anak-anak yang berasal dari daerah itu sendiri memiliki kemampuan kognitif yang merata atau terdapat perbedaan yang signifikan antara mereka yang berasal dari sisi perkotaan dan perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi apakah lokasi tempat tinggal berperan dalam variasi kemampuan kognitif anak setelah mempertimbangkan jenjang pendidikan, menggunakan data sekunder dari Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS5). Secara umum, hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan kognitif anak berdasarkan tempat tinggal mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbandingan kemampuan kognitif antarindividu tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan lokasi geografis, serta terdapat faktor lain yang lebih berperan dalam membedakan kemampuan kognitif anak.
Cognitive development in children is often associated with geographic location, for example, a child's residence, whether in rural or urban areas. Urban areas generally have better access to good educational resources and structured learning environments, while rural areas tend to be more limited, but sometimes encourage more creativity. As a province with a high school participation rate, the Special Region of Yogyakarta (DIY) is an interesting location to observe whether children from the region itself have equal cognitive abilities or whether there are significant differences between those from urban and rural areas. This study aims to explore whether residential location plays a role in variations in children's cognitive abilities after considering educational level, using secondary data from the Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS5). In general, the study results showed no significant differences in children's cognitive abilities based on where they lived. This finding suggests that individual cognitive ability levels cannot be determined solely by geographic location, and that other factors play a more significant role in differentiating children's cognitive abilities.
Kata Kunci : kognitif, perbedaan perdesaan-perkotaan, indonesia family life survey (IFLS), pendidikan, anak, cognitive, rural-urban differences, education, children