Kemauan Membayar Untuk Vaksin Human Papillomavirus (HPV) Pada Perempuan Dewasa dan Determinannya di Wilayah Dengan Cakupan Introduksi Imunisasi Rendah di Sulawesi, Indonesia
Mirawati, Prof. Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc.; Apt. Anna Wahyuni Widayanti, M.P.H., Ph.D.
2026 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi
Kanker serviks merupakan
salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia yang dapat
dicegah melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Program imunisasi HPV di
Indonesia saat ini berfokus pada anak perempuan, sementara perempuan dewasa belum
termasuk dalam kelompok sasaran imunisasi pemerintah. Selain itu, cakupan
imunisasi HPV di beberapa wilayah Indonesia masih rendah. Penelitian ini
bertujuan untuk menilai tingkat penerimaan dan kemauan membayar vaksin HPV
serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan kemauan
membayar tersebut pada perempuan dewasa di wilayah dengan cakupan imunisasi HPV
rendah.
Penelitian ini menggunakan
desain cross-sectional dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring
yang disebarkan di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi
Tenggara, dan Gorontalo pada Agustus hingga September 2025. Pengambilan sampel
dilakukan menggunakan teknik convenience sampling dan diperoleh 470
responden. Variabel penelitian meliputi karakteristik sosiodemografi,
pengalaman terkait HPV, tingkat pengetahuan, tingkat penerimaan vaksin HPV,
serta kemauan membayar vaksin HPV yang diukur menggunakan pendekatan contingent
valuation method (CVM). Analisis data mencakup analisis deskriptif,
analisis bivariat serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 74,7% responden menyatakan bersedia menerima vaksin HPV. Pada skenario pembayaran mandiri (out-of-pocket), hanya 16,8% responden yang bersedia membayar dengan nilai kemauan membayar rata-rata sebesar Rp1.687.161, yang setara dengan 52,72?ri harga pasar vaksin HPV sedangkan pada skenario co-payment, proporsi responden yang bersedia membayar meningkat menjadi 85,5%. Nilai kemauan membayar berbeda secara signifikan antar kelompok wilayah tempat tinggal, agama, tingkat pendapatan, dan akses terhadap fasilitas kesehatan. Determinan yang memengaruhi penerimaan dan kemauan membayar vaksin HPV meliputi wilayah tempat tinggal, tingkat pendidikan, status pernikahan, pengalaman sosial terkait HPV, dan tingkat pengetahuan. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan penerimaan dan keterjangkauan vaksin HPV pada perempuan dewasa, sehingga peningkatan pengetahuan dan dukungan pembiayaan melalui skema subsidi atau co-payment diperlukan untuk memperluas cakupan imunisasi HPV di Indonesia.
Cervical cancer is one of
the leading causes of death among women in Indonesia that can be prevented
through Human Papillomavirus (HPV) immunization. The HPV immunization program
in Indonesia currently focuses on girls, while adult women are not yet included
in the government's immunization target group. In addition, HPV immunization
coverage remains low in several regions of Indonesia. This study aims to assess
acceptance and willingness to pay for the HPV vaccine and identify factors
influencing acceptance and willingness to pay among adult women in regions with
low HPV immunization coverage.
This study used a
cross-sectional design and collected data via an online questionnaire
distributed in the provinces of South Sulawesi, North Sulawesi, Southeast
Sulawesi, and Gorontalo from August to September 2025. Sampling was conducted
using convenience sampling, yielding 470 respondents. The research variables
included sociodemographic characteristics, experiences related to HPV,
knowledge levels, HPV vaccine acceptance, and willingness to pay for HPV
vaccines, which were measured using the contingent valuation method (CVM). Data
analysis included descriptive, bivariate, and multivariate analyses using
logistic regression.
The results show that 74.7%
of respondents were willing to receive the HPV vaccine. In the out-of-pocket
payment scenario, only 16.8% of respondents were willing to pay an average
willingness-to-pay of IDR 1,687,161, equivalent to 52.72% of the market price
of the HPV vaccine, whereas in the co-payment scenario, the proportion willing
to pay increased to 85.5%. The willingness to pay differed significantly
between groups based on region of residence, religion, income level, and access
to health facilities. Determinants that influenced acceptance and willingness
to pay for the HPV vaccine included region of residence, education level,
marital status, social experiences related to HPV, and level of knowledge.
These findings indicate a gap in HPV vaccine acceptance and affordability among
adult women, suggesting that increased knowledge and financial support through
subsidy or co-payment schemes are needed to expand HPV immunization coverage in
Indonesia.
Kata Kunci : immunization, cervical cancer, willingness to pay, HPV vaccine