UJI KEAKURATAN WARIGA DALAM MENENTUKAN NAK?ATRA PADA PRASASTI JAWA KUNO ABAD VIII–XV MASEHI DI INDONESIA MELALUI PENDEKATAN ARKEOASTRONOMI
Kharisma Nabila, Dr. Tjahjono Prasodjo, M.A.
2026 | Tesis | S2 Arkeologi
Prasasti merupakan sumber tertulis yang dilengkapi dengan komponen penanggalan, seperti t?thi, m?sa, war??, wuku, nak?atra, dan r???. Komponen tersebut ditentukan oleh wariga, seorang ahli astrologi-astronomi pada masa Jawa Kuno. Penelusuran terhadap pengetahuan astronomi pada wariga melalui prasasti Jawa Kuno masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menelusuri pengetahuan astronomi Jawa Kuno yang didapatkan melalui pengujian terhadap keakuratan wariga dalam menentukan komponen nak?atra (rasi bintang) pada prasasti. Uji keakuratan dilakukan melalui pendekatan arkeoastronomi untuk menghasilkan besaran jarak sudut antar dua rasi bintang. Penelitian ini memanfaatkan software HIC (Hindu Calendar Conversion), Stellarium, dan Google Earth untuk merekonstruksi posisi objek langit pada masa Jawa Kuno dan menginterpretasikan metode wariga dalam menentukan komponen nak?atra. Hasil komparasi terhadap dua data komponen nak?atra yang diperoleh melalui prasasti dan HIC menampilkan 26 nak?atra (rasi bintang) yang berbeda. Berdasarkan perbedaan tersebut, penelitian ini menghitung besaran jarak sudut dari dua rasi bintang. Hasil perhitungan mencerminkan bahwa wariga baru mulai mengalami peningkatan keakuratan dalam menentukan nak?atra ketika memasuki periode Majapahit. Hasil analisis Stellarium mengungkapkan bahwa metode pengamatan wariga dalam menentukan nak?atra tidak hanya melakukan pengamatan terhadap Bulan, tetapi menggunakan perhitungan astronomis-matematis yang telah disesuaikan dengan posisi geografis di Indonesia. Selain itu, penelitian ini mengajukan asumsi bahwa penentuan nak?atra tidak hanya dilakukan mendekati waktu sunrise, tetapi juga dapat dilakukan pada malam hari ketika rasi bintang mulai dapat diobservasi. Implikasi temuan ini meningkatkan pemahaman tentang indigenous astronomi Jawa Kuno dan metode wariga dalam mengintegrasikan pergerakan objek langit pada prasasti Jawa Kuno.
Inscriptions are written sources containing dating components such as t?thi, m?sa, war??, wuku, nak?atra, and r???. These components determined by wariga, a court astrologer during the Ancient Javanese period. Scholarly investigations into the astronomical knowledge retained by the wariga in Old Javanese inscriptions, remain scarce. This study aims to trace the astronomical knowledge in the Ancient Javanese period by assessing the accuracy of wariga in determining nak?atra (constellation) components embedded in inscriptions. The assessment of the wariga accuracy utilises an archaeoastronomical approach to calculates the angular distances between two constellations. This study used the HIC, Stellarium, and Google Earth software to reconstruct celestial positions and interpret the observational methods used by wariga to determine nak?atra components. A comparative analysis between two nak?atra, which collected from Old Javanese inscriptions and HIC software, reveals 26 nak?atra (constellations) discrepancies. Based on these differences, the study calculates the angular distance of two constellations. The results reflecting that the wariga began to demonstrate an improvement of accuracy in determining nak?atra when entering the Majapahit period. The stellarium analysis indicates that wariga employed lunar observation and mathematical-astronomical calculations adapted to the Indonesian geographical context. Additionally, this study proposes that nak?atra determination was not only conducted near sunrise but also performed at night, when constellations became observable. The implication of this study strengthens our understanding of the development of indigenous astronomy in Java and the method of wariga in integrating celestial movements into Old Javanese inscriptions.
Kata Kunci : Prasasti Jawa Kuno, Wariga, Nak?atra, Rasi Bintang, Arkeoastronomi